• KANAL BERITA

Setahun, Tujuh hingga Delapan Pelajar Tewas di Jalanan Purbalingga

: Satlatas Polres Purbalingga menggelar Terapi Keselamatan Beralu Lintas Terhadap Pelajar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga. (suaramerdeka.com / Ryan Rachman)
: Satlatas Polres Purbalingga menggelar Terapi Keselamatan Beralu Lintas Terhadap Pelajar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga. (suaramerdeka.com / Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Dalam setahun tujuh hingga delapan pelajar meregang nyawa akibat kecelakaan meregang nyawa sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya di wilayah Kabupaten Purbalingga. Padahal Polres Purbalingga tak kurang-kurangnya melakukan tindakan untuk menekan angka kecelakaan tersebut.

Kasatlantas Polres Purbalingga, AKP Sukarwan mengatakan, kecelakaan lalu lintas di wilayahnya didominasi oleh pengendara sepeda motor oleh pelajar dan buruh pabrik yang usia remaja. Khusus untuk pelajar, pada 2016 lalu tercatat ada 183 kasus kecelakaan. Pada 2017 turun menjadi 160 kasus.

"Mereka banyak yang melanggar lalu lintas, baik tidak memiliki SIM maupun mengubah spesifikasi sepeda motor seperti spion tidak lengkap dan ban kecil," katanya saat acara Terapi Keselamatan Beralu Lintas Terhadap Pelajar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Jumat (4/5).

Lebih lanjut, pihaknya juga sering melakukan razia ke sekolah-sekolah dan rumah-rumah di sekitar sekolah yang menjadi tempat parkir motor para siswa. Di lokasi itu banyak ditemukan sepeda motor yang dibawa siswa dengan kondisi tidak sesuai spesifikasi standar. "Kalau sudah begitu, kami meminta sekolah dan warga untuk membantu polisi melakukan penertiban. Orang tua kami panggil untuk pembinaan kepada anak tersebut," katanya.

Kegiatan kemarin merupakan terapi keselamatan untuk mengingatkan para siswa dan orang tua agar mau mendidik anaknya tertib lalu lintas. Tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran. Kegitan itu merupakan salah satu rangkaian dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2018.

Dalam kegiatan itu juga menghadirkan pemateri Kabagops Polres Purbalingga Kompol Herman Setiyono, Psikolog Fatin Rohmah Nur Wahida dari Jakarta, anggota Unit Dikyasa Satlantas Polres Purbalingga Brigadir Teguh Riyanto, Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga Subeno dan Kasi SMK Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Kus Triseptono.


(Ryan Rachman/CN26/SM Network)