• KANAL BERITA

Pemkot Solo Tagih Presiden Jokowi

Pencairan Dana Revitalisasi Pasar Klewer

TERGENANG : Lahan bekas bangunan Pasar Klewer sisi timur tergenang air. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)
TERGENANG : Lahan bekas bangunan Pasar Klewer sisi timur tergenang air. (suaramerdeka.com / Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Rencana pembangunan Pasar Klewer sisi timur belum juga menemukan titik terang kapan akan dilaksanakan. Dana dari pemerintah pusat yang dijanjikan tak kunjung mendapatkan kepastian pencairannya, sementara kondisi di lapangan mendesak untuk direaliasasikan.

Menyikapi situasi ini, Pemkot Surakarta mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengingat janji pemerintah pusat dalam membantu pendanaan revitalisasi Pasar Klewer. "Kami hanya mengingatkan (Presiden) saja, karena beliau sendiri yang berjanji (untuk membiayai revitalisasi)," tegas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Jumat (4/5).

Janji tersebut, imbuh Wali Kota, disampaikan Presiden saat meresmikan Pasar Klewer sisi barat pada April 2017. Atas dasar janji tersebut Pemkot memutuskan membongkar bangunan Pasar Klewer sisi timur dan memindahkan ratusan pedagang ke pasar darurat Alun-alun Lor Keraton Surakarta sejak akhir tahun lalu.

Wali Kota Rudy berharap, melalui surat tersebut Pemkot segera memperoleh kepastian pengucuran dana revitalisasi sebesar Rp 57 miliar. "Kalau memang anggarannya ada, ya segera saja diberikan. Kalau tidak ada, ya disampaikan saja kalau tidak ada. Kami bisa memikirkan alternatif pembiayaan lainnya."

Sejak gagal menggaet rekanan dalam tender proyek revitalisasi Pasar Klewer, tahun lalu, hingga kini realisasi program tersebut masih belum jelas. Pemkot mengaku masih menunggu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dana tersebut dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebelum menyelenggarakan lelang proyek yang sama.

Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo membenarkan perihal pengiriman surat kepada Presiden Jokowi tersebut. ‘’Suratnya dikirim dua pekan lalu,’’ ungkap dia. Pengiriman surat tersebut juga menjadi tindaklanjut atas gagalnya revitalisasi Pasar Klewer sisi timur pada tahun lalu.

"Tahun 2017 revitalisasinya sudah direalisasi, tapi waktunya memang tidak memungkinkan. Kami sudah mengajukan lagi anggaran untuk revitalisasi tersebut, tapi sampai sekarang belum ada kepastian pencairannya dari pemerintah pusat," katanya.


(Agustinus Ariawan/CN26/SM Network)