• KANAL BERITA

Transaksi Sabu di Bandungan Digagalkan

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

UNGARAN, suaramerdeka.com  - Transaksi narkoba jenis sabu-sabu di Kawasan Wisata Bandungan digagalkan anggota Satuan Narkoba Polres Semarang. Peristiwa tersebut terjadi di depan Alfamart RT 03 RW VII, Bandungan, Kabupaten Semarang, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti sabu, polisi berhasil meringkus tiga pengedar sekaligus pemakai. Dia adalah Lintang Bias Putra, Fardi Pramudya, dan Chandra Trihandaka.

“Kami awalnya meringkus Lintang dengan barang bukti satu paket sabu, setelah itu baru Fardi warga Boja dan Chandra warga Kota Semarang. Sabu tadi, informasinya dipasok dari Wowok alias Koh Wowok,” kata Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho melalui Kasat Narkoba AKP Angudi Sambodo, ketika gelar kasus di Polres Semarang, Jumat (4/5).

Adapun barang bukti yang disita, menurut Kasat Narkoba, total ada 12 paket sabu. Kemudian satu pipet kaca, serta beberapa bong alat hisap sabu berbahan dasar plastik.

“Seluruhnya masuk kategori pengedar sekaligus pemakai, DPO yang kita curigai masih dalam pengejaran,” tegasnya.

Kepada polisi, Lintang mengaku mendapat pasokan sabu dari Koh Wok. Pola transaksinya, bertemu langsung setelah komunikasi melalui layanan pesan singkat telepon selular. Sabu seberat satu gram dia beli seharga Rp 250.000, kemudian dijadikan paket kecil untuk dijual lagi.

“Sudah berjalan satu tahun, jualnya di Bandungan. Jika dibuat empat sampai lima paket kecil, saya bisa jual Rp 1,6 juta. Ingin jadi pengedar karena iming-iming bisa pakai sabu gratis,” tutur Lintang.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku tadi akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tentang Narkotika. Adapun ancaman hukumannya, paling singkat lima tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar. 


(Ranin Agung/CN39/SM Network)