• KANAL BERITA

Pemkab Brebes Dinilai Lamban Tangani Tanggap Darurat

BUMIAYU, suaramerdeka.com -  Unsur pimpinan DPRD Brebes menilai Pemkab Brebes lamban dalam penanganan tanggap darurat terhadap infrastruktur terdampak banjir di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu. Dewan  kecewa hampir sepuluh hari belum ada penanganan berarti terhadap kerusakan infrastruktur vital.

Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Brebes Sudono  dan Warsudi serta anggota DPRD Brebes Sururul Fuad saat berkunjung ke lokasi bencana, Jumat (4/5).  Mereka melihat kerusakan jembatan penghubung Krajan- Pesantren Desa Kalierang dan jembatan Bumiayu-Cilubur di Desa Langkap.

‘’Ini sudah sepuluh hari tapi belum ada penanganan darurat terhadap infrastruktur terdampak banjir. Jembatan Kalierang yang putus belum bisa dilewati bahkan oleh pejalan kaki,’’ kata  Sudono.

Politikus Partai Golkar asal Kecamatan Bantarkawung menegaskan tanggap darurat berarti secepat cepatnya harus dilakukan. Di beberapa daerah, menurut Sudono, bisa melakukan penangangan bencana dengan begitu cepat.

"Bupati, wakil bupati dan OPD terkait sudah datang ke lokasi bencana tapi  sampai hari ini belum ada tanggap darurat yang dilakukan. Ini sangat kami sayangkan," kata dia.

Oleh karena itu, dalam kunjungan yang didampingi Sekretaris Camat Eko Purwanto, Bagian Bina Marga DPU UPT Bumiayu Siswanto dan Kades Kalierang Amar Khumaedi tersebut,  Sudono meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan penanganan terhadap jembatan yang putus akibat banjir.

‘’Kita minta jembatan darurat segera dibuat. Kasihan masyarakat aktivitasnya terganggu,’’ kata dia.

Wakil Ketua DPRD Warsudi menilai kendala tersebut ada di persoalan administrasi. ‘’Tapi sebenarnya itu tidak perlu terjadi. Setelah ada bencana, harusnya langsung dilakukan kegiatan atau penanganan tanggap darurat sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama,’’ kata dia.

DPRD mendorong pemerintah kabupaten menerbitkan perbup sebagai payung hukum dalam penanganan tanggap darurat bencana. ‘’Kita semua tidak mengharapkan adanya bencana. Tapi dengan adanya perbup, penanganan bencana akan lebih cepat,’’ ujar politikus PKS itu.


(Teguh Inpras Tribowo/CN33/SM Network)