• KANAL BERITA

Sejoli Pembuang Bayi Ditangkap

DIAMANKAN: Tersangka pembuang bayi (dua dari kiri) diapit anggota Satreskrim Polres Jepara saat dibawa turun dari KMP Siginjai, kemarin. (suara merdeka.com/Adi Purnomo)
DIAMANKAN: Tersangka pembuang bayi (dua dari kiri) diapit anggota Satreskrim Polres Jepara saat dibawa turun dari KMP Siginjai, kemarin. (suara merdeka.com/Adi Purnomo)

JEPARA, suara merdeka.com  -  Dua tersangka pembuang bayi di Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa ditangkap. Sejoli pasangan kekasih itu ditahan di Mapolres Jepara usai dijemput anggota Satreskrim Polres Jepara dari Karimunjawa, Jumat petang (4/5).

Kedua tersangka, ibu kandung bayi, Efi Darmi Suryani (25), dan kekasihnya Anton Risman (23), keduanya warga Desa Kemujan. Dari pengakuan sementara tersangka bayi itu hasil hubungan gelap keduanya.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta menjelaskan, kasus ini bermula dari ditemukannya mayat bayi laki-laki di sebuah sumur milik warga di RT 1 RW 5 Desa Kemujan, 18 April lalu. Mayat bayi yang ditemukan tersebut sudah dalam keadaan membusuk dan masih ada tali pusarnya, sehingga dapat disimpulkan bayi tersebut meninggal baru beberapa hari.

‘’Dari hasil penyelidikan yang dilakukan menghasilkan kesimpulan yang menjurus pada nama Efi sebagai tersangka pembuang bayi,’’ kata Suharta di Dermaga Kartini Jepara saat baru sampai di daratan Jepara.

Dari pengakuan tersangka, lanjut dia, alasan membuang bayi tersebut karena merasa malu. Pasalnya, bayi tersebut lahir dari hubungan gelap. Selain itu, bayi lahir sudah dalam keadaan meninggal dunia.

‘’Bayi lahir pada tanggal 8 April. Tanggal 9 dan 10 disembunyikan oleh tersangka Efi. Tanggal 11 bayi dibuang di sumur dan pada tanggal 18 mayat bayi ditemukan,’’ tutur Suharta.

Suharta menjelaskan, kabaranya tak ada seorang pun mengetahui jika tersangka Efi hamil hingga melahirkan. Usia kandungan saat itu baru sekitar tujuh bulanan. Tersangka melahirkan di rumah. Sementara lokasi sumur dengan rumah tersangka berdekatan, hanya sekitar puluhan meter.

Sementara itu, tersangka Efi mengaku mengaku bingung, setelah melahirkan tanpa bantuan orang lain, sehigga membuang bayi di sumur. ’’Lahirnya secara tiba-tiba. Sudah tidak bernapas,’’ katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka terancam dengan pasal 181 KUHP karena dengan sengaja menyembunyikan, membawa lari atau menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian atau kelahirannya. Tersangka terancam hukuman kurungan paling lama sembilan bulan.


(Adi Purnomo/CN39/SM Network)