• KANAL BERITA

Dua Warga Tambi Tertimbun Longsor

Petugas kepolisian bersama warga masyarakat memandu jenazah satu korban longsor penambangan pasir Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jumat (4/5) pukul 17.10. (suara merdeka.com/M Abdul Rohman)
Petugas kepolisian bersama warga masyarakat memandu jenazah satu korban longsor penambangan pasir Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jumat (4/5) pukul 17.10. (suara merdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com  -  Dua warga Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Wonosobo, diduga tewas tertimbun tanah longsor di lokasi penambangan pasir desa setempat, Jumat (4/5) sekitar pukul 11.30. Dua korban tersebut antara lain Slamet Nurohman (56) warga Dusun Tegalrejo RT 31 RW 10 pemilik lokasi penambangan, dan Bawon Haryadi (57) warga Dusun Tegalrejo RT 28  RW 10 yang membantu melakukan kegiatan penambangan pasir.

Kepala Desa Tambi, Tri Pitoyo menyebutkan, kejadian tersebut diketahui ketika istri korban Slamet Nurohman, yakni Sri Rahayu mendatangi lokasi penambangan. Istri korban bermaksud meminta suaminya berhenti bekerja, karena waktunya Sholat Jumat. Setelah sampai di lokasi penambangan, istri korban kaget melihat kondisi tempat penambangan pasir tersebut terdapat reruntuhan material tanah cukup banyak dan suaminya tidak berada di lokasi kejadian.

Sri Rahayu berupaya mencari keberadaan suaminya, beserta satu rekan kerja lainnya di sejumlah lokasi galian c tak berizin tersebut. Beberapa menit mencari, namun istri korban tak kunjung menemukan mereka. Khawatir terjadi apa-apa dengan kondisi suami dan rekan kerjanya di lokasi penambangan yang mengalami reruntuhan, istri korban bergegas pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada tetangganya. 

"Istri korban sangat panik dan menceritakan kejadian itu ke tetangganya. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kami. Perangkat desa beserta warga masyarakat kemudian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Kami sudah berupaya akan mendatangkan alat berat untuk mengevakuasi kedua korban, namun karena material longsoran tidak begitu berat, proses evakuasi terus dilakukan manual," beber dia.

Dikatakan, pemerintah desa sebelumnya telah melarang kegiatan penambangan pasir tersebut, namun mereka tak bergeming. Aktivitas penambangan pasir tetap dilakukan, hingga akhirnya musibah longsor terjadi. Dimungkinkan, kondiri lahan galian c sudah labil, sehingga saat dilakukan kegiatan penambangan pasir terus menerus, bencana tanah longsor tak terelakan. "Perangkat desa sudah mengingatkan sebelumnya, agar penambangan tidak dilakukan lagi," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kepala Satuan Sabhara AKP Agus Priyono menyebutkan, hingga sore hari proses pencarian korban masih dilakuakan. Untuk membantu proses evakuasi kedua korban, pihaknya menerjunkan satu pleton anggotanya membantu masyarakat setempat. "Proses evakuasi dilakukan manual. Kami berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban yang tertimbun di reruntuhan tanah," aku dia. 

Untuk keamanan di lokasi kejadian, pihaknya telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Pihaknya meminta kegiatan penambangan pasir tidak dilakukan kembali, karena rawan terjadi longsor susulan. Hal ini karena kondisi tanah masih sangat labil. "Kami berharap tidak terjadi lagi tanah longsor, apalagi sampai menimbulkan jatuhnya korban. Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran kepada para penambang lain," imbaunya. 

Hingga pukul 17.10, hasil pencarian korban, tim baru menemukan satu korban atas nama Bawon Haryadi yang ditemukan terkubur dalam kondisi berdiri. Sepertinya dia hendak naik, karena lokasinya berada di lubangan setinggi tiga meter. Untuk pencarian kedua, petang itu tengah dilakukan koordinasi tim dari Polsek, SAR, Operator dan pihak terkait untuk mengerahkan alat berat guna membantu proses evakuasi korban. 


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)