• KANAL BERITA

Dorong Ekspor Mebel Disperindag Jateng Buka Rumah Kriya di Solo

Foto: Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo didampingi Kepala Disperindag Jawa Tengah M Arif Sambodo serta tamu undangan melihat produk mebel di Rumah Kriya, Banjarsari, Solo, Jumat (4/5). suaramerdeka.com/Irawan Aryanto
Foto: Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo didampingi Kepala Disperindag Jawa Tengah M Arif Sambodo serta tamu undangan melihat produk mebel di Rumah Kriya, Banjarsari, Solo, Jumat (4/5). suaramerdeka.com/Irawan Aryanto

SOLO, suaramerdeka.com - Mengakomodasi kebutuhan promosi dan pemasaran mebel dan kerajinan kayu di Jawa Tengah khususnya di Solo Raya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah  membuka Rumah Kriya di Banjarsari Solo, Jumat (4/5). 

Selain berfungsi sebagai ajang promosi efektif bagi produk produk furnitur Jawa Tengah, khususnya Soloraya, rumah kriya yang menempati bekas rumah dinas Residen Surakarta itu juga sebagai tempat bertemunya produsen dan pembeli lokal maupun buyer luar negeri.

Kepala Disperindag Jawa Tengah, M Arif Sambodo mengatakan, di Rumah Kriya ini para pengrajin bisa meningkatkan motivasi dan semangat pengembangan industri mebel  serta kerajinan. Berbagai pelatihan seperti desain, meningkatkan kemitraan dan jejaring kerja sama berbagai stakeholder, serta sebagai sarana edukasi potensi lokal industri mebel dan kerajinan Jawa Tengah 

"Untuk memberdayakan Rumah Kriya Banjarsari ini, kami bekerja sama dengan teman-teman Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Solo Raya, (Kimkas). Termasuk pengembangan desain mebel yang sedang diminati pasar lokal maupun global," kata Kepala Disperindag Jawa Tengah  M Arif Sambodo.

Lebih lanjut Arif mengatakan, industri furnitur merupakan nafas prioritas industri dan masih menjadi primadona ekspor nonmigas. Ekspor Jateng di 2016 mencapai 42.145.566 dolar AS dan hingga September 2017 senilai 38.956.462 dolar AS. Ada pun industri mebel dan kerajinan kayu tercatat 895.691 Dolar AS di 2016 dan sampai September 2017 senilai 545.678 Dolar AS. Guna mendorong peningkatan ekspor dan penjualan domestik, diperlukan dukungan akses promosi dan pemasaran produk furnitur.

''Inilah salah satu sarana untuk meningkatkan akses pasar termasuk ekspor melalui rumah promosi di Rumah Kriya Banjarsari, Solo. Nantinya, rumah kriya itu dilengkapi aplikasi dan pemasaran online disertai pengembangan fungsi lainnya sebagai destinasi wisata, sebagai sarana edukasi, sarana pelatihan industri kreatif,dan sebagainya, '' papar Arif.

Sedangkan dalam kesempatan tersebut Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meminta pada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, untuk membantu para pelaku usaha mebel dan kerajinan kayu dalam menjual produknya. Setidaknya pemerintah atau pihak kementerian bisa membuat regulasi yang memudahkan pemerintah daerah, BUMN/BUMD, lembaga pendidikan, atau instansi lainnya dalam membeli mebel untuk kebutuhan kantor. Terutama bagi

"Pemerintah tidak cukup hanya memberi pelatihan, promosi, dan promosi. Pemerintah harus ikut menjualkan produk, sebab kesulitan yang dihadapi para pelaku UMKM justru dalam penjualan produk. Kalau masuk LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah," kata Rudy ketika membuka dan meresmikan "rumah kriya" Banjarsari Solo.

Sementara Ketua Kimkas Haryanto mengatakan, selain membidik pasar ekspor juga membidik pasar domestik yang potensinya cukup besar. Karena itu, pihaknya berharap ada kerja sama antara Kimkas dengan kantor pemerintahan, BUMN/BUMD, perhotelan, dan pengembang dalam pengadaan mebelair.


(Irawan Aryanto/CN42/SM Network)