• KANAL BERITA

Tahun Ini, Kemarau Wonogiri Lebih Lama

Foto: Sejumlah warga Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri terpaksa membeli air dari truk tangki saat kemarau tiba, tahun lalu. suaramerdeka.com/Khalid Yogi
Foto: Sejumlah warga Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri terpaksa membeli air dari truk tangki saat kemarau tiba, tahun lalu. suaramerdeka.com/Khalid Yogi

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung sedikit lebih lama dari biasanya. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di kabupaten tersebut diprediksi akan berlangsung selama 21 dasarian atau sekitar tujuh bulan.

Dengan perkiraan itu, tahun ini musim kemarau akan berlangsung sedikit lebih lama. Pasalnya, musim kemarau di Jateng rata-rata hanya sekitar enam bulan, sementara tahun ini tujuh bulan. Tahun-tahun sebelumnya, bahkan ada beberapa kabupaten di Provinsi Jateng hanya akan mengalami musim kemarau sekitar tiga bulan.

 "Rata-rata musim kemarau di Jawa Tengah berlangsung selama enam bulan. Tetapi, musim kemarau di Kabupaten Wonogiri diperkirakan akan berlangsung selama tujuh bulan," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, Jumat (4/5).

Di wilayah Wonogiri musim kering ini sudah mulai sejak April lalu. Oleh karena itu seluruh masyarakat perlu mewaspadai dampak musim kemarau yang berpengaruh pada ketersediaan air bersih, irigasi, dan kebakaran lahan.

Dia meminta kepada seluruh pihak dan elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemarau. Warga perlu menjaga ketersediaan air bersih, ketersediaan irigasi, serta bencana kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Pasalnya, musibah kebakaran hutan dan lahan biasa terjadi setiap kemarau tiba.

Sementara itu, delapan kecamatan di Kabupaten Wonogiri tercatat sebagai wilayah rawan kekeringan. Antara lain Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, Eromoko, Manyaran, Selogiri, Nguntoronadi, Giriwoyo, dan Giritontro. Adapun jumlah desa/kelurahan yang rawan kekeringan mencapai 38 desa/kelurahan.

Di sisi lain, 18 desa/kelurahan dari 12 kecamatan Kabupaten Wonogiri juga rawan kebakaran. Selain karena ranting-ranting, semak dan dedaunan mengering, kebakaran hutan dan tegalan biasanya juga dipicu oleh aktivitas membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. 


(Khalid Yogi/CN42/SM Network)