• KANAL BERITA

Sebelum Lebaran, Jembatan Gambiran Difungsikan

Foto: Pengecoran bantalan jembatan Gambiran, kemarin sudah dilakukan. Sebelum lebaran, jembatan sudah bisa dilewati. suaramerdeka.com/Anindito AN
Foto: Pengecoran bantalan jembatan Gambiran, kemarin sudah dilakukan. Sebelum lebaran, jembatan sudah bisa dilewati. suaramerdeka.com/Anindito AN

SRAGEN, suaramerdeka.com -  Sebelum Lebaran Juni mendatang, perbaikan Jembatan Gambiran bagian sisi selatan yang rusak parah ditargetkan sudah rampung dan bisa digunakan untuk arus Lebaran. Jembatan yang memiliki fungsi vital itu rusak, akibat gelagar jembatan patah awal April 2018 lalu.

‘’Untuk saat ini sudah dilakukan pengecoran bantalan dan penguatan fondasi jembatan,’’ tutur Kepala DPUPR Sragen Marija, kemarin. Setelah pengecoran untuk penguatan fondasi jembatan, akan dilajutkan dengan pemasangan gelagar jembatan.

‘’Gelagar jembatan terbuat dari besi sudah dikirim hari Minggu nanti,’’ tuturnya. Kalau dilihat skedulnya, lanjut dia, jembatan Gambiran sisi selatan sudah bisa dipakai sebelum Lebaran. Proyek perbaikan akan tuntas semuanya.

Jembatan dengan lebar 19 meter itu di bagian sisi selatan gelagarnya patah, sehingga yang masih bisa dimanfaatkan sisi utara selebar tujuh meter. Sebelum lebaran nanti, jembatan rusak di sisi selatan rampung diperbaiki. Sehingga sebelum lebaran jembatan itu bisa dimanfaatkan untuk pemudik.

Ganti Gelagar

Proyek untuk mengganti gelagar jembatan di sisi utara akan dilakukan setelah arus mudik dan balik Lebaran. Gelagar jembatan di sisi utara meski tidak mengalami kerusakan, namun untuk menghindari kecelakan fatal atau ambruk, untuk sementara disangga dengan belasan glugu (batang pohon kelapa) sebagai penopangnya.  Anggaran proyek jembatan itu membutuhkan dana sekitar Rp 2,5 miliar.

Kabid Bina Marga DPUPR Sugeng Himawan menambahkan,  konstruksi jembatan itu dibangun sekitar 30 tahun lalu. Menurut perhitungan teknis, saat dibangun kekuatan jembatan itu diperhitungkan hanya mampu dilewati truk dengan beban muatan 30 ton.

Tapi karena berkembangnya angkutan truk beban muatan truk bisa mencapai 80 ton. Beban muatan yang berlebihan itu merusakkan jembatan.   ‘’Sehingga kerusakan itu bukan karena kondisi jembatannya, tapi karena memang beban muatan truk cukup berat,’’ ungkap Marija.

Hasil pengamatan DPUPR,  kerusakan jembatan terjadi di sisi selatan, karena dilewati truk dari arah timur. Sedangkan truk yang datang dari arah barat (Solo), sejak lama sudah dialihkan lewat jalan lingkar utara (JLU). Sehingga kondisi fisik jembatan itu yang bagian sisi utara masih bagus, tetapi yang bagian sisi selatan sudah rusak.


(Anindito AN/CN42/SM Network)