• KANAL BERITA

Polres Terbitkan SPDP Dua Kasus Korupsi

Foto: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota TNI dalam Angkringan Kamtibmas di Kebon Semilir. suaramerdeka.com/Asef Amani
Foto: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan duduk bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota TNI dalam Angkringan Kamtibmas di Kebon Semilir. suaramerdeka.com/Asef Amani

MAGELANG, suaramerdeka.com – Polres Magelang Kota terus mengusut dua kasus dugaan korupsi yang terjadi di wilayah hukumnya. Kasus pertama diduga melibatkan pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sedangkan kasus kedua dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD).

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan, pihaknya terbaru telah memeriksa enam saksi. Bahkan, telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

”Kami periksa empat saksi untuk kasus yang melibatkan BUMN. Sementara kasus ADD, kita telah memeriksa dua orang saksi,” ujarnya di kantornya, Jumat (4/5).

Dia menuturkan, dengan diterbitkannya SPDP menunjukkan keseriusannya dalam mengungkap dua kasus dugaan korupsi tersebut. Pihaknya pun akan mulai fokus menyidiknya.

“Apakah nanti statusnya naik dari saksi menjadi tersangka, kita lihat nanti. Secepatnya juga kami akan limpahkan ke kejaksaan,” katanya yang menyebut, potensi kerugian dari kasus ini masih menunggu rekomendasi dari BPKP.

Kasatreskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo menambahkan, pihaknya belum bisa merinci potensi kerugian negara dari dua kasus tersebut. Namun, ia memperkirakan kerugian kedua kasus itu mencapai ratusan juta rupiah.

“Kita lihat nanti perkembangannya. Sekarang, beri kami kesempatan untuk lebih fokus dalam menyidiknya,” tandasnya.

Terkait Angkringan Kamtibmas, Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani mengutarakan, kegiatan ini merupakan yang kedua, diawali dari Magelang Selatan beberapa minggu yang lalu. Tujuannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas.

“Wilayah Magelang Utara memiliki 5 kelurahan, yang masyarakatnya didominasi pekerja swasta. Kejadian yang menonjol di wilayah ini adalah tawuran pelajar akibat adanya perbedaan pendapat, perubahan sosial, perasaan tidak senang, dan buruknya komunikasi,” jelasnya.

Selain menyampaikan dan memberikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat, katanya, kepolisian juga bersama-sama mendeklarasikan anti hoax dengan seluruh yang hadir. Antara lain, pejabat Polres Magelang Kota, Muspika Magelang Utara, seluruh Kepala SMA/SMK, Ketua RT/RW, dan LSM.


(Asef Amani/CN42/SM Network)