• KANAL BERITA

Tiga Parpol Akan Masuk Koalisi Jokowi

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy menyebutkan, kemungkinan ada tiga partai politik (parpol) di parlemen yang akan masuk ke dalam koalisi Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang. Sinyal itu sudah muncul saat ini dan tinggal menunggu waktunya saja.

Hal itu ia sampaikan usai acara Workshop Evaluasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes di Pendapa Dipokusumo, Kabupaten Purbalingga, Jumat (4/5),

"Pertama adalah PKB. Sinyal sudah ada ketika mendeklarasikan Jokowi-Imin (Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar-red). Saya kira tinggal soal waktu saja. Karena toh hari ini mereka sudah ada di pak Jokowi dengan empat menterinya di kabinet," katanya.

Lebih lanjut, kata Gus Rommy, jika PKB tidak mendukung Jokowi akan berat dalam memenangi pilpres. Sebab, jika hal itu terjadi, tentu Agustus mereka akan kehilangan empat menteri. Dan 2019 menghadapi pemilu tanpa empat menteri itu rasanya agak timpang untuk PKB.

"Dua parpol lain kemungkinan besar adalah Demokrat dan PAN. Insyaallah, semua yang akan bergabung dengan pak Jokowi. Jadi ada delapan partai politik yang ada di parlemen. Mungkin hanya menyisakan Gerindra dan PKS saja," kata Gus Rommy. Saat ini sudah ada PDIP, Golkar, PPP, Hanura dan Nasdem.

Terkait cawapres, Gus Romy mengatakan, usulan datang dari parta-partai pendukung selain PDIP yang sudah memiliki Jokowi. Ada dua syarat cawapres yaitu diterima oleh seluruh anggota koalisi dan cocok dengan pilihan Jokowi. Ketika semua nanti partai politik usulannya akan berbeda, kembali lagi, keputusan ada pada tangan Jokowi.

"Secara pribadi, sosok cawapres Jokowi adalah figur dari kalangan santri, intelktual dan berusia muda. Namun siapapun yang dipasangkan, yang terpenting memiliki bisa diterima oleh parpol koalisi dan oleh Jokowi sendiri," katanya.


(Ryan Rachman/CN42/SM Network)