• KANAL BERITA

5.000 Mangrove Ditanam di Pulau Tiban

TANAM MANGROVE: Anggota Polres Kendal menanam mangrove di Pulau Tiban di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kendal. (Foto: suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
TANAM MANGROVE: Anggota Polres Kendal menanam mangrove di Pulau Tiban di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kendal. (Foto: suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

PATEBON, suaramerdeka.com - Polres Kendal bersama warga melakukan aksi menanam bibit mangrove di pesisir pantai Pulau Tiban dan di sepanjang aliran sungai Kartika Jaya, Jumat (4/5). Kondisi pantai tersebut terancam rusak dan tenggelam karena abrasi yang kian parah. 

Wakapolres Kendal, Kompol Sugiyatmo, mengatakan, penanaman mangrove dilakukan untuk menyelamatkan lokasi wisata alternatif yang mulai rusak akibat abrasi. Terdapat sebanyak 5.000 bibit mangrove yang ditanam. ''Kami menanam mangrove dibantu warga untuk selamatkan pantai dan pulau dari abrasi," kata dia.

Aksi peduli lingkungan ini bertujuan menjaga kelestarian alam. Pulau Tiban menjadi salah satu objek wisata di Kendal mulai rusak dan terkikis akibat abrasi dan minimnya tanaman pemecah gelombang di sepanjang pulau. ''Dengan penanaman 5.000 bibit mangrove ini bisa menjaga ekosistem pesisir pantai di laut jawa. Khususnya di sepanjang pulau Tiban dan aliran sungai Kartika Jaya yang selama ini menjadi tujuan wisata alternatif bagi masyarakat," terang dia.

Mamat (42) salah seorang warga mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir kondisi bibir pantai terutama di sepanjang pesisir pantai Pulau Tiban terkena abrasi. Kondisinya kian parah, tat kala sejumlah tanaman seperti cemara laut banyak yang mati dan rusak. Gelombang tinggi yang terjadi juga mengancam sejumlah tambak udang serta permukiman warga. Warga menyambut baik aksi peduli lingkungan penanaman bibit mangrove dari Polres Kendal.

"Aksi ini bisa menyelamatkan lingkungan terutama di pesisir pantai. Semoga bisa menginspirasi bagi yang lainnya,'' tuturnya. 


(Rosyid Ridho/CN41/SM Network)