• KANAL BERITA

BPN Surati Pemkot Semarang

Anggaran Pembebasan Lahan SORR Belum Siap

Kantor Badan Pertanahan Kota Semarang.  (Foto: suaramerdeka.com/Yulianto)
Kantor Badan Pertanahan Kota Semarang. (Foto: suaramerdeka.com/Yulianto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembebasan lahan proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalur lingkar yang mengelilingi Kota Semarang hingga saat ini terganjal kesiapan anggaran. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang mengklaim telah menyelesaikan tugas teknis pengukuran tanah di lahan SORR. 

Namun hingga sekarang, anggaran APBD Kota Semarang yang sedianya digunakan untuk membayar pembebasan lahan tersebut belum siap.

"Saya mau minta kepastian anggaran dahulu. Secara teknis, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran tanah semua. Saya akan konfirmasi dahulu ke Pemkot Semarang terkait hal tersebut," kata Kepala Seksi Pengadaan Tanah, BPN Kota Semarang, Wibowo Suharto, Jumat (4/5). 

Menurut pengakuan dari pihak Dinas PU Kota Semarang, saat ini telah dianggarkan Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan proyek SORR. Apabila uang tersebut ada atau siap, Wibowo menjelaskan bahwa hasil perencanaan, uang Rp 50 miliar belum mencukupi. 

"Jelas tidak mencukupi. Pada prinsipnya, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran semuanya. Maka kami akan mengirim surat ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk mengonfirmasi kesiapan anggaran pembebasan lahan," katanya.

Secara administrasi, pembebasan lahan SORR tidak ada masalah berarti. Sejauh ini telah dilakukan pembayaran beberapa lahan di Kelurahan Wates. "Sebagian lahan di Kelurahan Wates sudah dibayar. Tetapi masih banyak lahan yang belum dibebaskan," katanya. 

Sementara itu Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Saelan mengakui hingga saat ini proyek SORR masih dalam proses pembebasan lahan. “Pembebasan lahan belum apa-apa, sebagian sudah dibayarkan. Belum ada 10 persen yang sudah dibebaskan,” katanya. 

Saat ini lahan yang sudah dilakukan pembayaran berada di proyek SORR lingkar selatan, yakni di daerah Kelurahan Wates yang merupakan bagian ruas jalur lingkar antara Mangkang hingga Mijen. Total pembebasan lahan di wilayah kelurahan tersebut membutuhkan kurang lebih Rp 49 miliar.

"Saat ini baru dibayarkan kurang lebih Rp 10 miliar. Kalau totalnya nanti kurang lebih membutuhkan Rp 350 miliar,”terangnya.


(Yulianto/CN41/SM Network)