• KANAL BERITA

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Pengedar Upal

UPAL: Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta M Kasim Akbar Bantilan menunjukkan barang bukti upal bersama para pelaku saat jumpa pers di Mapolresta. (Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada)
UPAL: Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta M Kasim Akbar Bantilan menunjukkan barang bukti upal bersama para pelaku saat jumpa pers di Mapolresta. (Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sindikat pengedar uang palsu (upal) berhasil ditangkap dan sepak terjangnya dibongkar Polresta Yogyakarta. Lima pelaku diamankan berikut sejumlah barang bukti upal sekitar Rp 300 juta.

“Lima pelaku kami tangkap di wilayah Tegalrejo dan dikenakan Pasal 378 KUHP. Mereka satu sindikat dan kami masih menyelidiki keterkaitan dengan sindikat upal lainnya,” tutur Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol M Kasim Akbar Bantilan.

Pelaku yang diamankan terdiri dari tiga warga Depok Jabar, berinsial Bs (34), AS (34), dan CB (35). Lalu ES (47) warga Jakarta dan terakhir warga Wonosobo, Jateng berinsial MG (48).  Dalam beraksi, para tersangka juga mempunyai peran masing-masing.

“Untuk pelaku BS berperan sebagai pemilik dana, AS berperan sebagai sopir pemilik dana, CB berperan sebagai sopir cadangan, ES berperan sebagai konsultan keuangan dan MG berperan sebagai perantara mencari nasabah atau korban. Dalam beraksi mereka selalu berkelompok dan mencari orang-orang yang membutuhkan uang dan mereka meminjamkan sejumlah uang dan ternyata palsu,” papar dia.

Terbongkarnya sindikat pengedar upal di Kota Pelajar tidak terlepas dari keberhasilan tim resmob Polresta Jogja yang dipimpin Kanit Ipda Anggaito Erry yang menangkap para pelaku. Bermula dari adanya laporan penipuan yang dialami Yasmono (46) warga Driyorejo, Gresik Jatim. Korban mengaku ditipu oleh salah satu pelaku berinsial Bs karena uang yang didapatnya ternyata palsu. 

“Setelah korban memberikan uang Rp 36 juta, pelaku kemudian memberikan uang pinjaman sebesar Rp 300 juta. Setelah itu para pelaku lantas pergi. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Perwakilan,” paparnya. 

Atas kejadian tersebut, Bantilan meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah tertipu dengan mudahnya mendapatkan pinjaman.

“Masyarakat harus lebih waspada agar tidak menjadi korban penipuan,” tandas dia. 


(Gading Persada /CN41/SM Network)