• KANAL BERITA

Prof Suwarto Resmi Jabat Rektor Unsoed

Foto: suaramerdeka.com/ dok
Foto: suaramerdeka.com/ dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melantik dua rektor yakni Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Siliwangi. Diharapkan, perubahan pimpinan perguruan tinggi dapat membawa tata kelola yang lebih baik menuju universitas kelas dunia.

"Jabatan adalah suatu amanah yang harus dilakukan dengan baik, maka harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya dengan cara good university governance. Pimpinan perguruan tinggi dan Kopertis memikul tanggung jawab besar dalam upaya ini," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, dalam sambutannya ketika melakukan pelantikan Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis di lingkungan Kemenristekdikti, di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Kamis (4/5).

Adapun pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis yang dilantik periode 2018 - 2022 yaitu Prof. Dr. Ir. Suwarto,M.S sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Dr. Rudy Priyadi, Ir., M.S sebagai Rektor Universitas Siliwangi, dan Prof.Dr. Faisal ,S.H, M.Hum sebagai Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh.

Menteri Nasir menggarisbawahi tiga poin penting untuk menjaga moral institusi pendidikan tinggi. Pertama, terciptanya good university governance atau tata kelola universitas yang baik.

"Perubahan situasi yang begitu cepat, teknologi yang begitu cepat akan mempengaruhi iklim yang ada di perguruan tinggi di dalam pengelolaanya dan akan mempengaruhi dalam sistem pembelajaran dan akan berpengaruh dalam tata kelola. Ini akan kita lakukan sebaik baiknya untuk mencapai world class university. Dalam pengelolaan perguruan tinggi, ukuran yang kita lihat salah satunya publikasi dan akreditasi perguruan tinggi," jelasnya.

Menurutnya, ciri tata kelola yang baik tersebut memiliki 4 elemen utama yang harus dilakukan yakni transparansi, kejujuran, akuntabilitas, dan tanggung jawab.

"Perguruan tinggi harus di bina dengan baik, ini adalah tantangan harus kita hadapi. Dan juga sistem yang ada di perguruan tinggi harus berjalan dengan baik contoh sistem akademik," tambahnya.

Selain itu, Nasir juga menekankan pembinaan yang baik. Ia mengharapkan para stakeholder di lingkungan pendidikan tinggi dapat dibina dengan baik sehingga dapat meningkatkan baik mutu perguruan tinggi, kualitas lulusan, kulitas birokrasi maupun kualitas pelayanan publik.

Menteri Nasir berpesan kepada Koordinator Kopertis yang baru saja dilantik untuk selalu membina perguruan tinggi swasta yang dinaunginya. "Jangan sampai konflik dibiarkan terus menerus, untuk itu perlu ada pendampingan untuk perguruan tinggi yang sehat," tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Sesjen Ainun Naim, Itjen Kemeristekdikti Jamal Wiwoho, Direktur kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono suwigno, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Ari Hendarto Saleh, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, dan Staf Ahli Menteri Bidang Akademik Paulina Pannen.


(Kartika Runiasari/CN33/SM Network)