• KANAL BERITA

Waspada, 14 Sindrom Geriatri Mengancam

Sarasehan Hari Lansia

PAPARAN MATERI: Dokter Probosuseno, ahli geriatri RSUP Dr Sardjito memberi paparan saat sarasehan Hari Lansia di Pendapa Pemkab Klaten. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)
PAPARAN MATERI: Dokter Probosuseno, ahli geriatri RSUP Dr Sardjito memberi paparan saat sarasehan Hari Lansia di Pendapa Pemkab Klaten. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - 300 orang orang lanjut usia (Lansia) dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten, Kamis (3/5) mengikuti sarasehan Hari Lansia 2018. Peserta mendengarkan paparan tentang sindrom geriatri yang disampaikan dokter Probosuseno, dokter geriatri RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Menurut Probo sindrom geriatri merupakan kondisi klinis orang berusia lanjut (lansia) yang bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup, kecacatan, bahkan risiko kematian. "Gangguan yang sering muncul pada Lansia disebut 14 i atau sindrom geriatri," jelasnya di pendapa Pemkab Klaten, Kamis (3/5).

Menurut Kepala KSM RSUP Dr Sardjito Yogyakarta itu, saat manusia masuk lanjut usia akan mengalami 14 gejala umum. Antara lain tidak bergerak bebas, mudah jatuh, BAB sulit terkendali, pikun, mudah infeksi, mal nutrisi, miskin, gangguan tidur, impotensi, tubuh melemah sampai merasa kesepian.

Agar gejala itu tidak menyebabkan kondisi lebih fatal maka diperlukan cara mencegah atau meminimalisasi dampaknya. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat dengan nutrisi seimbang, berolaharaga teratur, mengurangi kebiasaan buruk serta meningkatkan kemampuan fisik dan mental. Proses menua, menurut pengurus IDI itu merupakan proses alami. Dalam Alquran bahkan disebutkan saat manusia sampai usia tua akan dikembalikan pada sifat awalnya seperti anak.

Tubuh manusia semakin lama akan semakin menua. Saat muda gagah dan cantik tetapi saat tua akan terus berkurang. Hal itu terjadi karena ada penurunan kapasitas tubuh. Penurunan itu akan terjadi satu persen per tahun per orang atau dikenal dengan Hukum satu persen. Penurunan tubuh itu bisa diperlambat menjadi 0,5 persen dengan berbagai cara sehingga mencegah cepat tua.

Kondisi tua yang sehat tidak akan masalah tetapi baru akan menjadi masalah saat tua sakit. Data di BPJS Kesehatan, anggaran sebesar 24 persen yang dialokasikan pemerintah tersedot untuk Lansia. Padahal diperkirakan Indonesia di 2025 akan mengalami ledakan jumlah Lansia 414 persen, atau paling tinggi di dunia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klaten, dokter Ronny Roekmito mengatakan jumlah penduduk Lansia semakin hari akan semakin besar. "Pemkab selama ini sudah memihaki dengan bantuan melalui Komda Lansia," katanya.


(Achmad Hussain/CN26/SM Network)