• KANAL BERITA

Menag Ajak Generasi Millenial Kedepankan Moderasi Agama

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PEKANBARU, suaramerdeka.com - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengajak kepada generasi millenial yang tergabung dalam wadah Gerakan Pramuka untuk menjadi aktor penting pengarusutamaan moderasi agama.

“Mari tebarkan budaya damai, sikap saling asah dalam memahami agama dan salih asuh dalam memahami kehidupan, untuk Indonesia yang lebih baik”, kata Lukman Hakim Saifuddin, saat membuka kegiatan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIV se-Indonesia pada Kamis (3/4) di Pekanbaru.

Ajakan itu menyusul temuan penelitian Badan Intelijen Negara (BIN), yang mengatakan bahwa 39 persen mahasiswa di Indonesia, telah berpaham radikal dan tiga perguruan tinggi dinyatakan terindikasi menjadi basis penyebaran paham radikalisme.

Data itu lanjut Lukman Hakim, sejalan dengan munculnya gerakan trans-nasional yang kerap mengusung idiologi khilafah Islamiyah dan menggunakan pendekatan radikalisme. “Gerakan trans nasional dengan idiologi radikal berkeinginan untuk mengganti dasar negara  Pancasila dengan ideologi lain”, tegas Lukman.

Di hadapan 5.000 peserta Pembukaan PW PTK XIV Tahun 2018, Lukman Hakim  menegaskan bahwa kehadiran para mahasiswa dalam perkemahan wirakarya, adalah bukti bahwa mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan bukan kelompok radikal. “PTK dibawah Kementerian Agama bukan kelompok radikal dan bukan basis penyebaran paham radikal”, katanya.

“Saya yakin dan percaya keluarga besar civitas akademika PTKI Kementerian Agama tidak ada satupun yang terlibat dalam kelompok radikal yang cenderung anti Pancasila dan NKRI”, tegas Lukman.

Karena kata putra Mantan Menteri Agama Saifuddin Zuhri ini, sejak kelahirannya, khittah PTKI adalah perguruan tinggi yang mengusung paham dan ajaran yang mengedepankan moderasi Islam (wasathiyah).

Lukman Hakim meminta kepada generasi millineal untuk mengembangkan program dan kegiatan kepramukaan untuk merespon perkembangan information technology (IT) yang ditandai dengan munculnya bermacam media social. “Kendatipun generasi millennial adalah penguasa dunia maya, namun tetap jangan sampai melupakan dunia nyata. Karena mereka bukan manusia yang hidup di menara gading,” tambah Lukman.


(Rosikhan/CN26/SM Network)