• KANAL BERITA

Pengalaman Terminal Soetta Jangan Diulang di Bandara A Yani

foto: Istimewa
foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rencana pengoperasian terminal penumpang baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada 2 Juni mendatang kembali diragukan bisa terlaksana oleh anggota DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di lokasi proyek, Kamis (3/5) kemarin.

Usai pekan lalu pesimisme terkait rencana pengoperasian diutarakan rombongan Komisi V DPR RI, kini giliran Komisi VI yang menyoroti terminal penumpang baru berluas 58.652 meter persegi itu punya masalah di akses masuk. Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyebut pengoperasian terminal baru dirasa terlalu dipaksakan.

Dia melihat akses masuk terminal baru masih belum tertata secara rapi. Selain itu dua jalur yang ada di Jalan Madukoro area Bea Cukai hingga restoran Kampung Laut masih dinilai sempit dan belum ada petunjuk arah yang jelas. Padahal rencana pengoperasian kurang dari sebulan.

''Sudah ada pengalaman di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta yang saat itu belum siap beroperasi tapi dipaksakan. Sehingga pengerjaan aspek yang belum selesai jadi bertambah lama. Sebab sudah ada orang yang lalu-lalang di terminal baru. Saya berharap di Bandara Ahmad Yani ini bisa menunggu hingga tenggat waktu maksimal November 2018 saat semua sudah siap baru dioperasikan. Termasuk soal akses masuk itu tadi,'' papar Rieke.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap aspek keselamatan juga diutamakan. Dia yakin Komisi VI akan mendukung pengoperasian jika semua aspek keselamatan dan hal-hal penting di bandara sudah selesai.  

''Kalau belum selesai kami juga akan mendukung agar pihak terkait lainnya bersabar. Oleh sebab itu dengan penuh rasa hormat, kami pada saat verifikasi dan koordinasi akhir di tanggal 15 Mei 2018 Komisi VI diharap bisa diundang. Jangan seperti yang sudah-sudah komisi VI tidak diundang.,'' lanjutnya.

Rieke juga tidak ingin saat pengoperasian terdapat masalah. Pihaknya sebagai bagian pengawasan tidak dapat tinggal diam untuk mengawasi pengoperasionalan Bandara baru. ''Ini bukan waktunya lagi pencitraan karena jika ada ambruk, bocor Presiden lagi yang kena, dan kami juga yang repot. Sekali lagi Bandara itu sangat penting, keselamatan penting, runway juga belum fix (jadi) apa mau dipaksakan untuk sekedar biar keren. Sudah tidak zaman lagi sekarang eranya keterbukaan. Toh kontraknya hingga bulan November 2018,'' tandas Rieke.


(M Alfi Makhsun/CN34/SM Network)