• KANAL BERITA

UIN Sunan Kalijaga Akan Pecat Mahasiswa yang Terlibat

Aksi Anarkis 1 Mei 2018

foto: istimewa
foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD, akan menindak tegas apabila ada mahasiswanya yang terbukti turut melakukan aksi anarkis di depan Pertigaan Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada tanggal 1 Mei 2018. Kalau memang ada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terbukti salah, maka pihak perguruan tinggi tidak segan-segan memecat yang bersangkutan. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi keterangan Kapolda DIY, Brigjend Pol Drs Ahmad Dofiri MSi yang mengatakan UIN Sunan Kalijaga tidak terlibat demo anarkis.

''Kalau memang aa mahasiswa kami yang terlibat, akan kami tindak tegas,'' kata Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD, dalam siaran persnya yang diterima suaramerdeka.com, Kamis (3/5).

Namun langkah tegas tersebut, baru akan dilakukan bila secara hukum memang dinyatakan bersalah. 

Dalam peristiwa aksi demontrasi anarkis 1 Mei 2018 (Mayday) yang berakhir kisruh tersebut, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak terlibat secara kelembagaaan, baik di kalangan dosen mau pun mahasiswa. Jika ada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terbukti terlibat dalam aksi tersebut, mereka bukan representasi dari civitas akademika UIN Sunan Kalijaga.
 
Kebetulan lokasi demonstrasi berada di pertigaan Kampus UIN Sunan Kalijaga, saat aksi mereka sempat bentrok dengan warga dan warga setempat. Kemudian mereka berusaha sembunyi di kampus UIN Sunan Kalijaga. Apa yang dilakukan ini jelas sangat merugikan sivitas akademika secara kelembagaan. 

Terpisah Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Dr Phil Sahiron MA mengatakan, sejauh ini masih belum ada informasi resmi dari Polda DIY mengenai aksi demo yang berujung kekerasan dan anarkis tersebut.

Menurut dia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta secara aktif melakukan komunikasi dengan Polda DIY. ''Namun, kami paham juga bahwa penanganan hukum harus ditangani, sehingga kami belum masuk lebih dalam agar tidak mengganggu jalannya proses yang sedang berlangsung,'' katanya.

Selama ini pertigaan depan kampus UIN Sunan Kalijaga, sering menjadi ajang aksi demo mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Namun demikian, kata dia, yang kena dampak negatif dari aksi demo yang anarkis itu adalah UIN Sunan Kalijaga. ''Tidak semua mahasiswa kami yang melakukan aksi disitu,'' katanya.

Ia berharap ke depan, lokasi itu tidak lagi menjadi ajang demo, karena jalan Adisutjipto ini termasuk jalan yang padat baik dari arah barat mau pun timur, belum lagi sebagai titik pertigaan dengan Timoho yang membelah kampus dengan jalan padat lalu lintas.


(Sugiarto/CN40/SM Network)