• KANAL BERITA

UIN Walisongo Buka Prodi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam

Wakil Rektor I UIN Walisongo Musahadi menyaksikan pameran lukisan di sela-sela peluncuran prodi di  Aula Gedung O kampus 2 UIN Walisongo Semarang, Kamis, (3/5). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
Wakil Rektor I UIN Walisongo Musahadi menyaksikan pameran lukisan di sela-sela peluncuran prodi di Aula Gedung O kampus 2 UIN Walisongo Semarang, Kamis, (3/5). (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) membuka Program Studi (Prodi) baru Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI). Prodi ini mulai menerima mahasiswa untuk tahun ajaran 2018/2019. ''Respons calon mahasiswa sangat tinggi, terbukti dari 25 kursi yang ada, saat ini yang mendaftar melalui SPAN PTKIN mencapai 400 orang lebih,'' ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Musahadi, di sela-sela peluncuran prodi di  Aula Gedung O kampus 2 UIN Walisongo Semarang, Kamis, (3/5).

Musahadi berharap prodi ISAI menjadi salah satu kekuatan baru di lingkungan Fuhum di tengah-tengah menurunnya minat mahasiswa untuk belajar ilmu-ilmu dasar. Selain itu, Prodi ISAI ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena belum banyak dieskplorasi, bahkan di Tanah Air hanya UIN Walisongo yang baru membuka program ini. 

''Jadi dalam pengembangannya, kita tidak hanya sekadar mengembangkan kesenian Islam yang berorientasi pada Timur Tengah, melainkan bagaimana kita bisa mempromosikan warna keindonesiaan dan kebudayaan yang bisa mewarnai arsitektur Kesenian Islam itu sendiri. Ini salah satu tugas kami menghadirkan output lulusan berkompenten di bidang seni dan arsitektur Islam,'' jelasnya.

Sementara itu Dekan Fuhum M Mukhsin Djamil mengungkapkan, ada beberapa alasan mendasar mengenai pentingnya pendirian program ISAI. Pertama, secara epitemologis akademik penyelenggaraan program ini merupakan salah satu pemenuhan pengembangan Ilmu-Ilmu keIslaman yang selama ini jarang menyentuh ranah seni sebagai disiplin ilmu yang dikembangkan.

''Secara falsafati pengembangan ilmu pada PTKIN hanya bersentuhan dengan logika dan etika dan kurang bahkan tidak menyentuh bidang estetika,'' ujar Mukhisn.

Kedua, secara praktis penyelenggaraan studi ini dipandang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketiga, terbitnya PMA (Peraturan Menteri Agama) Nomor 33 Tahun 2016, yang di dalamnya tercantum nomenklatur Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam.

''PMA ini akan lebih menguatkan peluang pendirian prodi. Sehingga peluang menjadikan prodi ini sebagai pilot project juga sangat besar,'' tambahnya.

Keempat, lanjut dia, pendirian progam ISAI ini juga relevan dengan proses pengembangan UIN Walisongo, yang antara lain bertumpu pada strategi humanisasi ilmu-ilmu keislaman dan spiritualisasi ilmu-ilmu umum.

''Dengan kata lain, strategi humanisasi ilmu-ilmu keislaman dan spiritualisasi ilmu-ilmu umum dapat berjalan beriringan,'' tambahnya.

Terkait launching progam studi baru juga digelar pemeran lukisan karya seniman lukis dari berbagai kota dan seminar nasional dengan pembicara Prof Totok Roesmanto dan Prof Tjetjep Rohendi.


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)