• KANAL BERITA

Bangunan Eks RS Kadipolo Harus Dipertahankan

KUSAM: Bangunan eks Rumah Sakit (RS) Kadipolo terlihat kusam, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
KUSAM: Bangunan eks Rumah Sakit (RS) Kadipolo terlihat kusam, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Pemkot Surakarta meminta bangunan utama eks Rumah Sakit (RS) Kadipolo harus dipertahankan karena termasuk benda cagar budaya (BCB). Permintaan itu menyusul sengketa jJual beli lahan eks Rumah Sakit (RS) Kadipolo yang berujung proses hukum.

"Jual beli lahan itu nggak ada persoalan. Boleh-boleh saja. Tapi kalau mau dibangun, bangunan utamanya tidak boleh dirobohkan," tandas Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, di Loji Gandrung, Kamis (3/5).

Wali Kota Rudy tidak banyak berkomentar perihal gugatan hukum pihak pembeli kepada keluarga Cendana, selaku penjual lahan.

Sebagaimana diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta tengah menyidangkan gugatan PT Sekar Wijaya terhadap putra Presiden kedua RI Soeharto, Sigit Harjojudanto, atas dugaan penipuan. Sigit selaku pemilik lahan, dituding menipu pihak pembeli, lantaran tidak memberitahukan status kecagarbudayaan objek jual beli selama berlangsungnya transaksi.

"Kalau sudah proses gugat-menggugat, ya biar diselesaikan dulu saja. Itu hak mereka (pihak pembeli)," kata Wali Kota.

Disinggung soal rencana pemkot memanfaatkan lahan eks RS Kadipolo sebagai ruang publik, Rudy juga tidak banyak berkomentar.

Untuk diketahui, pemkot melontarkan wacana pemanfaatan lahan seluas 22.550 meter persegi tersebut pada 2016 lantaran menganggap tanah itu dibiarkan mangkrak oleh pemiliknya. Saat itu sejumlah opsi pemanfaatan dipertimbangkan, termasuk menjadikan lokasi itu sebagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

"Nggak-lah. Lha memang siapa yang mau menghibahkan (lahan itu kepada pemkot)," kata Wali Kota.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)