• KANAL BERITA

Korban Keracunan Meluas

DIPERIKSA: Salah satu warga Mulyoharjo Kecamatan Jepara Kota diperiksa di posko, kemarin. (suaramerdeka.com/Adi Purnomo)
DIPERIKSA: Salah satu warga Mulyoharjo Kecamatan Jepara Kota diperiksa di posko, kemarin. (suaramerdeka.com/Adi Purnomo)

JEPARA, suaramerdeka.com - Korban keracunan makanan tidak hanya dialami siswa dan keluarga SDN 6 Mulyoharjo, tapi menimpa warga lain di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara Kota itu. Diduga kuat, warga tersebut keracunan dari makanan yang sama dari yang diperoleh siswa dan keluarga SDN 6 Mulyoharjo.

Data dari posko Mulyoharjo, hingga Kamis (3/5) sore, ada 23 warga mengalami gejala sakit mencret, kepala pusing, badan panas, mual dan muntah. Dari 23 warga itu, 16 warga di antaranya rawat jalan, dan tujuh di antaranya dirawat inap di rumah sakit.

Mayoritas warga yang diduga keracunan adalah orang dewasa, beberapa remaja dan ada satu balita. Ketua RT 2 RW 4 Desa Mulyoharjo, Sukadi menjelaskan, beberapa warga mulai mengeluhkan sakit seperti sejak Selasa (1/5). Namun baru beberapa dibawa ke rumah sakit pada Kamis kemarin.

‘’Awalnya warga mengira hanya sakit biasa. Tapi kemudian mendengar berita jika ada yang keracunan di SD sehingga warga menyimpulkan juga keracunan. Sebab warga memakan makanan yang sama dari catering yang dipesan di SD,’’ kata Sukadi.

Paket makanan itu dari sebuah catering di Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan. Paket makanan sama dengan paket di SDN 6 Mulyoharjo. Yakni nasi dengan lauk ayam berbumbu sambal kacang. Disertai jajanan berupa tahu bakso, kue serabi dan ada satu gorengan.

‘’Makanan itu didapat warga dari hajatan ruwahan salah satu warga pada Senin (30/4) malam. Kalau ratusan, ada warga yang hadir di acara ruwahan itu,’’ kata Sukadi.

Selain di SDN 6 Mulyoharjo dan Desa Mulyoharjo, paket makanan serupa dari catering yang sama juga dibuat di tiga acara berbeda pada hari yang sama. Namun sejauh ini belum ada informasi dugaan keracunan dari tiga wilayah berbeda lainnya. 


(Adi Purnomo/CN40/SM Network)