• KANAL BERITA

Dibacok, Pelajar MA Luka Parah

Ahmad Fatoni harus mendapat perawatan setelah mendapat luka bacok saat hari pengumuman kelulusan kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Ahmad Fatoni harus mendapat perawatan setelah mendapat luka bacok saat hari pengumuman kelulusan kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com – Menyambut pengumuman hasil UN SMA sederajat, Kamis kemarin (3/5), masih saja dilakukan dengan konvoi bahkan tawuran hingga kekerasan.  Konvoi dan arak-arakan siswa SMA sederajat berlangsung hampir di berbagai tempat kota dan kecamatan.

Dari pantauan di lapangan, aksi konvoi sudah terjadi sejak Rabu (2/5). Puncaknya pada Kamis (3/5) saat hari pengumuman kelulusan. Selain arak-arakan, coret-coret, mereka juga pesta miras, tawuran hingga pembacokan.

Aksi tawuran di jalan Gabus-Kayen, Desa Tlogoayu memakan korban. Ahmad Fatoni, siswa dari MA Miftahul Ulum harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka parah setelah dibacok di bagian kepala dan tangan.

Sabetan senjata tajam itu bahkan membuat jari tangannya nyaris putus. Setelah mendapat perawatan di RSUD Kayen, Fatoni dirujuk ke RSUD Soewondo lantaran luka parah. Pelajar berusia 17 tahun itu pun dirawat di ruang instalasi gawat darurat.

Informasi di lapangan, kasus itu terjadi saat korban bersama Ahmad Zaenal, rekannya pergi ke Kecamatan Gabus. Saat hendak pulang sampai ke Desa Mojolawaran, korban yang membonceng rekannya melihat rombongan arak-arakan pelajar dari arah Gabus-Tlogoayu.

Saat itulah korban bermaksud berbalik arah. Namun nahas rupanya rombongan konvoi itu berhasil mengejarnya. Tiba-tiba salah satu orang dalam rombongan itu membacok korban dari arah samping. Mengetahui rekannya terluka, Zaenal pun berupaya melarikan diri melewati Gabus ke Tambakromo dan kemudian dibawa ke RSUD Kayen.

‘’Saat itu saya ingin berkunjung ke rumah teman di Desa Gabus bersama seorang teman. Tapi tiba-tiba ada salah satu pengendara sepeda motor langsung membacok dari belakang pakai senjata tajam jenis parang,’’ ujarnya.

Pesta Miras

Dalam kasus pembacokan, petugas bergerak cepat ke lokasi. Dua orang diamankan untuk dimintai keterangan. Selain itu petugas mengamankan enam motor yang rupanya telah tersedia puluhan batu berukuran kepalan orang dewasa. Petugas juga mengamankan regem, celurit, hingga besi dengan panjang satu meter dan potongan kayu.

Sementara itu, di Kecamatan Batangan, petugas mendapati sejumlah siswa tengah merayakan kelulusan dengan aksi corat coret baju dan pesta miras. Petugas pun bergerak cepat dengan mengamankan para pelajar dan miras yang tersisa.

Di tempat terpisah, anggota Polres Pati mengamankan sedikitnya 32 pelajar yang disinyalir hendak melakukan konvoi dan aksi tawur. Dari tangan pelajar tersebut petugas juga menemukan regem yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya. Puluhan pelajar itu diberi pembinaan, kedua orang tua korban juga didatangkan ke Polres Pati.

Kapolres Pati, AKBP Uri Nartanti, melalui Wakapolres Pati, Kompol Nyamin mengungkapkan, aksi pengamanan puluhan pelajar itu dilakukan sebagai tindakan tegas terhadap pelajar yang melanggar ketertiban dan berpotensi merusak kondusivitas.

‘’Ditemukannya regem atau senjata itu setelah dilakukan aksi razia dan operasi agar jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Regem itu pun belum sempat digunakan,’’ terangnya.

Dalam pengamanan lulusan ini pihaknya mengerahkan sedikitnya 160 personel. Jumlah itu disebar hingga kecamatan-kecamatan dan ditambah personel dari masing-masing Polsek. ‘’Untuk penyerangan ke sekolah itu terjadi secara tiba-tiba. Mereka melempar dan ditinggal pergi. Hanya saja belum tertangkap,’’ terangnya.

Meski begitu pihaknya akan tegas bahkan memproses sesuai hukum terhadap pelaku pembacokan di jalan Gabus- Kayen. ‘’Sekarang ini tengah dilacak siapa pelakunya. Setelah penganiayaan langsung kabur. Namun kuat dugaan dilakukan oleh sesama rombongan pelajar,’’ katanya.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)