• KANAL BERITA

Puluhan Siswa Beradu Presentasikan Karya Energi Ramah Lingkungan

Perwakilan salah satu sekolah melakukan presentasi karya tulis ilmiah dalam perlombaan karya tulis ilmiah remaja yang digelar Akademi Kampus Semen Indonesia (AKSI) Rembang. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Perwakilan salah satu sekolah melakukan presentasi karya tulis ilmiah dalam perlombaan karya tulis ilmiah remaja yang digelar Akademi Kampus Semen Indonesia (AKSI) Rembang. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Puluhan siswa yang tergabung dalam enam kelompok dari lima sekolah beradu menjadi yang terbaik dalam membuat karya tulis ilmiah remaja. Enam kelompok tersebut, lolos ke babak final lomba karya tulis ilmiah remaja yang digelar dalam rangka dies natalis Akademi Kampus Semen Indonesia (AKSI) Rembang, Kamis (3/5).

Masing-masing kelompok menyajikan karya tulis dengan tema energi terbarukan. Lima sekolah mengirimkan delegasi final dalam lomba yang baru pertama kali digelar itu. Lima sekolah tersebut masing-masing adalah SMKN 1 Rembang, SMAN 1 Lasem, SMAN 1 Kragan, Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Rembang (M3R) serta SMKN 1 Sedan yang mengirimkan dua wakil.

Setelah melalui proses presentasi karya dan tanya jawab ketat dengan dewan juri, perwakilan SMAN 1 Lasem berhasil menjadi juara. Kelompok tersebut berhasil meyakinkan dewan juri atas presentasi karyanya yang berjudul peduli lingkungan dengan sumber energi bioethanol.

Di urutan kedua ada perwakilan tim karya tulis SMAN 1 Kragan yang menyajikan karya tulis berjudul pengembangan energi ramah lingkungan gelombang air laut. Sedangkan di urutan ketiga adalah karya dari kelompok siswa SMKN 1 Rembang yang berjudul pengelolaan sampah menjadi energi listrik.

Direktur AKSI Rembang, Moh Sugihariyadi menyatakan, selain perlombaan karya tulis remaja ada agenda lainnya yang digelar dalam dies natalis kampus yang pertama. Civitas akademika AKSI Rembang juga menggelar kompetisi futsal perempuan, festival film pendek serta ekspo karya UMKM. Sasarannya adalah kalangan remaja sekolah.

“Karya tulis kami gelar dengan peserta remaja dengan tujuan mengembangkan budaya literasi kepada mereka. Pengenalan karya ilmiah harus dilakukan sejak dini untuk merangsang munculnya karya-larya dari remaja,” terang dia.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)