• KANAL BERITA

Survei Nasional, Jateng Urutan Ke-13

Tentang Kerukunan Umat Beragama

Tim dari Kemenag saat merilis survei melalui seminar di aula rektorat lantai III IAIN Surakarta, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (3/5). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
Tim dari Kemenag saat merilis survei melalui seminar di aula rektorat lantai III IAIN Surakarta, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (3/5). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Kementerian Agama (Kemenag) merilis hasil survei nasional tentang kerukunan umat beragama di Indonesia, Kamis (3/5). Dalam survei, Jateng menempati urutan ke 13 dari 34 provinsi. 

Ada pun rilis survei kepada publik yang dikemas menjadi seminar di aula rektorat lantai III Institut Agma Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo itu, dihadiri langsung sejumlah pejabat Kemenag. Di antaranya Kepala Badan Litbang dan Diklat, Rahman Mas’ud dan Plt Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Rohmat Mulyana Sapdi. Sementara dari pihak kampus IAIN dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Abdul Matin. 

Ketua Tim Peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Raudatul Ulum menerangkan, hasil temuan di dalam survei 2017, mengalami penurunan dibandingkan 2016. Pada 2017 indeks kerukunan umat bergama (KUB) sebesar 72,27 persen. Ada pun tahun sebelumnya 75,47 persen. Namun penurunan itu tidak mengubah kategori kerukunan. “Angka sebesar 72,27 persen menggambarkan level kerukunan baik. Meskipun angkanya turun 4,20 persen. Level kerukunan tetap sama atau tidak berubah,” terang dia. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk Jateng menempati urutan ke-13 dari 34 provinsi yang disurvei dengan skor nilai berkategori rukun, yakni 78,7 persen. Sementara posisi pertama yang masuk penilaian dengan katergori sangat rukun, ditempati Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 83,4 persen. Ada pun di posisi buncit ada Aceh yang hanya 60,0 persen dengan ketergori runun tingkat sedang. “Jadi indikator pengukuran indek KUB, didasari tiga hal. Ada toleransi, kesetaraan dan kerjasama,” akunya. 

Dia menambahkan, survei melibatkan 7.140 responden di 34 provinsi yang berusia 17 tahun atau sudah menikah. Ada pun untuk penarikan data di lapangan dari tanggal 7-20 Desember 2017 menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 1,046 persen dan tingkat kepercayaan 99,6 persen. “Sebelumnya dirilis di intern. Baru pertama ke publik lewat IAIN Surakarta. Hasil survei menjadi panduan untuk membangun dan mempertahankan kondisi kerukunan,” kata dia. 

Plt Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Rohmat Mulyana Sapdi menuturkan, dengan program seminar atau desemenasi di kampus menjadi bagian penting dalam menyebarkan hasil survei. Tidak hanya pihak kampus saja yang hadir, tetapi banyak elemen lain. Seperti praktisi kerukunan agama, FKUB hingga elemen-elemen lain. “Rencananya akan roadshow ke kampus-kampus di Indonesia, karena memang akan efektif sebagai ruang sosialisasi yang lebih luas,” tuturnya. 


(Asep Abdullah/CN40/SM Network)