• KANAL BERITA

Pansus IX: Pansel Dinilai Kurang Cermat

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

UNGARAN, suaramerdeka.com - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi PDAM Kabupaten Semarang dinilai kurang cermat dalam menyusun tahapan jadwal seleksi serta tidak melakukan verifikasi faktual terhadap persyaratan administrasi. Penilaian tersebut dikemukakan Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) IX Non Raperda, M Munir ketika Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (3/5).

Dalam kesempatan itu, ia kemudian membacakan rincian Rekomendasi Pansus IX Non Raperda yang meyakini surat keterangan pengalaman kerja dari CV Mitra, atas nama Deny Ariawan terdapat hal-hal yang tidak benar. Kemudian Sertifikat Kompetensi Kualifikasi Ahli Manajemen Air Minum Tingkat Muda yang dikeluarkan untuk Deny Ariawan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) juga dinilai tidak memenuhi syarat untuk jabatan Direktur Utama (Dirut) PDAM.

“Bupati Semarang harus menegur Pansel Direksi PDAM Kabupaten Semarang karena tidak bekerja profesional. Pansus IX Non Raperda juga merekomendasikan Bupati Semarang membatalkan Surat Keputusan (SK) Bupati Semarang Nomor 690/0237/2018 tentang Pengangkatan Deny Ariawan sebagai Dirut PDAM Kabupaten Semarang periode 2018-2023. Serta mengadakan seleksi ulang Dirut PDAM Kabupaten Semarang periode 2018-2022,” papar M Munir.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kabupaten Semarang, Joko Widodo dalam interupsinya meminta, supaya rekomendasi DPRD kali ini betul-betul ditindaklanjuti oleh Bupati Semarang. Menurutnya, rekomendasi Pansus IX Non Raperda minim muatan politis. Dengan begitu, dirinya yakin pansus sudah bekerja profesional sebagai upaya untuk memperbaiki PDAM.

“Ada kekhawatiran rekomendasi terkait pembatalan Dirut PDAM akan diabaikan seperti halnya rekomendasi lainnya. Kami ingin rekomendasi ini betul-betul dilaksanakan oleh bupati,” ujarnya.

Menyikapi rekomendasi Pansus IX Non Raperda, Bupati Semarang Mundjirin berjanji, bakal segera menindaklanjutinya. Dirinya menegaskan, semua rekomendasi tidak pernah ada yang tidak ditindaklanjuti.

“Tetap kita tindaklanjuti, tetapi kita akan lihat juga PP baru yang belum ada Permendagrinya. Harus hati-hati, jangan sampai ketika mengadakan seleksi salah lagi,” tegas Bupati.


(Ranin Agung/CN41/SM Network)