• KANAL BERITA

Tol Soker Segera Beroperasi

Sejumlah rambu terpasang di ruas jalan tol Solo-Kertosono (Soker) yang mengarah ke gerbang keluar-masuk Kartasura. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)
Sejumlah rambu terpasang di ruas jalan tol Solo-Kertosono (Soker) yang mengarah ke gerbang keluar-masuk Kartasura. (suaramerdeka.com/Setyo Wiyono)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Ruas tol Solo-Kertosono (Soker) dalam waktu dekat akan segera beroperasi, menunggu hasil uji laik fungsi, dalam beberapa hari ini. Semua persiapan sudah dilakukan pada tahapan final, termasuk pemasangan rambu-rambu di jalan bebas hambatan tersebut. Tim uji laik fungsi berasal dari tiga instansi, yakni dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan dan dari kepolisian.

Direktur PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno mengatakan, tim ini turun ke lapangan untuk mengecek kesiapan, termasuk fisik jalan, rambu-rambu, marka jalan, saluran dan sebagainya. ‘’Itu nanti semua dicek dan nanti kalau lulus dikeluarkan sertifikat uji laik fungsi dan baru boleh dioperasikan,’’ kata David.

Untuk uji kelaikan itu biasanya membutuhkan waktu dua hari, tapi karena melibatkan tiga instansi maka mereka membutuhkan waktu untuk berkoordinasi. Biasanya butuh perbaikan, mereka juga memberikan waktu untuk diperbaiki dan  hasil perbaikan itu juga harus diberikan bukti atau laporannya.

Tim uji layak fungsi itu juga bisa turun lagi untuk mengecek kondisi di lapangan, apakah benar sudah ada perbaikan atau belum. Meski hingga saat ini masih ada berbagai pekerjaan fisik, seperti di kawasan rest area atau tempat istirahat, tetapi itu bisa menyusul.

Secara Minimalis

Saat pengoperasian, operasinya rest area bisa dilakukan secara minimalis terlebih dahulu. Untuk pekerjaan overpass juga sudah selesai. ‘’Untuk beroperasi tinggal waktunya saja, karena kalau beroperasi pasti. Ruas tol Soker siap beroperasi dalam waktu dekat ini,’’ tandasnya.

David juga mengungkapkan, untuk penerangan jalan, hanya ada di lokasi-lokasi yang rawan. Seperti yang ada di kawasan rest area, di simpang susun, di gerbang tol. Sepanjang ruas tol tidak perlu ada lampu penerangan jalan, sebab sudah dilengkapi dengn reflector yang bekerja pada malam hari. Serta lampu dari kendaraan yang masuk tol, dianggap sudah mampu menerangi jalan.

Kementerian PUPR menargetkan ada tujuh ruas tol di Pulau Jawa dan Sumatera, bisa beroperasi pada Mei ini. Untuk itu akan dilakukan uji laik fungsi oleh tim evaluasi yang terdiri atas unsur Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Kors Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia. Ada tiga tim yang bekerja. Subtim 1 mengevaluasi aspek keselamatan dan manajemen lalu lintas. Subtim 2mengevaluasi aspek sarana jalan, jembatan dan bangunan pelengkap. Subtim 3 mengevaluasi aspek administrasi dan operasi.


(Basuni Hariwoto/CN40/SM Network)