• KANAL BERITA

PKL Ingin Bertahan di Stadion Manahan

Pengunjung memilih baju yang dijual pedagang di lokasi Sunday Market kompleks Stadion Manahan, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Pengunjung memilih baju yang dijual pedagang di lokasi Sunday Market kompleks Stadion Manahan, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Menyusul rencana revitalisasi Stadion Manahan Solo, para pedagang kaki lima Sunday Market di kawasan tersebut khawatir kehilangan lokasi berjualan. Untuk mengantisipasi, mereka akan mengajukan izin kepada pihak berwenang untuk tetap bertahan berjualan di lokasi itu.

Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM), Joko Santoso mengungkapkan, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari instansi terkait seputar pelaksanaan revitalisasi Stadion Manahan. Meski demikian pihak paguyuban berusaha proaktif menggali informasi kepastian rencana proyek tersebut.

Bagi pedagang yang terpenting bagaimana dengan kebijakan sterilisasi kawasan itu. "Sudah kami tanyakan kepada dinas (Dinas Pemuda dan Olahraga Surakarta), tapi juga belum mendapatkan kepastian. Kalau keinginan pedagang, tetap diizinkan berjualan di sini," terang dia.

Salah seorang pedagang, Nur Hidayat, juga mengaku belum tahu rencana pemkot tersebut. "Sudah banyak informasi yang beredar diantara pedagang, soal revitalisasi itu. Tapi semuanya belum pasti," jelasnya. 

Menurut Hidayat, ketidakpastian realisasi revitalisasi itu, mulai membuat pedagang khawatir. Apalagi paguyuban PKL setempat juga belum bisa memastikan perihal pelaksanaan proyek tersebut.

"Sudah tanya-tanya ke pengurus paguyuban, tapi mereka juga belum tahu. Padahal kami butuh kepastian untuk siap-siap, seandainya Sunday Market harus dihentikan (selama revitalisasi)," tambahnya. 

Pedagang Kooperatif

Ketua paguyuban Joko berharap, aktivitas PKL Sunday Market tetap diakomodasi pemkot selama dan sesudah revitalisasi. Apalagi ia mengklaim, para PKL selalu bersikap kooperatif dengan kebijakan pemkot.

"Kalau disuruh libur, ya libur. Malah paguyuban selalu memberi menekankan kepada PKL, jika nekat berjualan saat pemkot memutuskan libur, mereka akan diberi sanksi. Kami harap pemkot melihat itikad kami tersebut," jelas Joko.

Diberitakan sebelumnya, revitalisasi Stadion Manahan diprediksi berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2019. Proyek senilai lebih dari Rp 314 miliar tersebut, sepenuhnya ditangani pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Joni Hari Sumantri, belum bersedia membeberkan perihal nasib ribuan PKL selama revitalisasi Stadion Manahan. Ia hanya menegaskan, revitalisasi itu membutuhkan sterilisasi lokasi proyek.

Selain itu, kawasan Stadion Manahan telah ditetapkan pemkot sebagai area olahraga dan ruang publik. "Untuk kegiatan penunjang lain, seperti pedagang yang berjualan di kawasan Manahan, akan dipertimbangkan lebih jauh lagi. Yang jelas, fungsi dominan Manahan ya untuk kepentingan olahraga," tegasnya.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)