• KANAL BERITA

Warga Bringin Ditemukan Tewas di Kebun Jagung

Anggota Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Semarang membawa sejumlah barang bukti yang berhasil ditemukan usai olah TKP penemuan jenazah Supartini (55) di tengah kebun jagung. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)
Anggota Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Semarang membawa sejumlah barang bukti yang berhasil ditemukan usai olah TKP penemuan jenazah Supartini (55) di tengah kebun jagung. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

PRINGAPUS, suaramerdeka.com - Sesosok mayat perempuan yang teridentifikasi bernama Supartini (55) warga Dusun Senggrong, Desa/Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang ditemukan tergeletak di tengah kebun jagung Lingkungan Dusun Pungkruk RT 06 RW V, Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kamis (3/5) pagi. Keberadaan jenazah, kali pertama diketahui oleh Munawar (55) warga RT 07 RW V sekitar pukul 06.00. Ketika itu, saksi hendak membuang kotoran hewan untuk pupuk tanaman jagung.

“Saya sempat curiga, kok banyak tumpukan batang jagung padahal belum waktunya panen. Setelah didekati, ternyata ada mayat. Saya pun bergegas lapor perangkat desa,” kata Munawar kepada Polisi.

Anggota gabungan Polsek Bergas, Sat Reskrim, dan Unit Identifikasi Polres Semarang yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kebun jagung yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga tersebut untuk melakukan olah TKP dibantu tim medis Puskesmas Pringapus dan prajurit Koramil 15/Klepu. Adapun hasil olah TKP, diketahui ada sejumlah luka di tubuh korban. Diantaranya luka sobek di kepala bagian kiri, serta luka goresan di tangan serta kaki korban.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana menjabarkan, dari lokasi kejadian Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Meliputi, sebuah batu, pohon jagung, sepasang sandal milik korban, dan kerudung warna hitam.

Terduga pelaku pembunuhan berinisial K-H (45), menurut Kasat Reskrim hadir di TKP saat Polisi melakukan olah TKP. Yang bersangkutan kemudian dibawa ke Polsek Bergas untuk diperiksa lebih lanjut. K-H mengaku sempat mengajak Supartini untuk makan, Selasa (1/5) malam. Keduanya kemudian bertengkar hingga berujung pada pembunuhan.

Ketika ditanya latar belakang pertengkaran, AKP Yusi menjelaskan, hal itu dipicu karena korban yang meminta uang kepada pelaku. Saat kejadian pelaku tidak punya uang, kemudian emosi.

“Orang yang kita duga sebagai pelaku akhirnya mengakui telah membunuh korban, alasannya mengarah ke motif asmara. Kejadiannya, Selasa (1/5) sekitar pukul 19.30, korban dipukul pakai batu dan sempat dijerat dengan kerudung,” paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan junto Pasal 340 KUHP  tentang Pembunuhan Berencana.


(Ranin Agung/CN41/SM Network)