• KANAL BERITA

Pemilik Pabrik di DAS Citarum Diminta Segera Benahi IPAL

Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemilik pabrik di sepanjang daerah aliran Sungai Citarum diultimatum untuk segera memperbaiki fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dalam tempo tiga bulan mendatang.

"Baru 20 persen IPAL industri yang berfungsi dengan baik," kata Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan di Bandung, Kamis (3/5) kemarin.

Untuk memastikan komitmen industri dalam memperbaiki IPAL-nya, para pemilik pabrik membacakan deklarasi dalam mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum.

Materi deklarasi di antaranya menyangkut kesediaan mereka melakukan pengelolaan limbah secara baik, dan tak membuangnya secara ilegal ke sungai berdasarkan aturan yang berlaku.

Mereka juga siap menerima sanksi atas pelanggaran yang dilakukan. "Jadi ini kita kejar semua, dan kita siapkan sanksi administratif hingga pidana," kata Luhut sambil menegaskan pemerintah tak main-main dalam penegakan hukum di kasus Citarum.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyatakan pertemuan diharapkan mampu menghadirkan komitmen pelaku usaha dalam menghadirkan Citarum Harum.

"Mereka bisa memulai untuk tak membuang limbahnya apa pun guna menyelesaikan persoalan Citarum ke depan. Waktu yang ada diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki atau membangun IPAL-nya," katanya.

Heryawan menyatakan pihaknya tak menutup kemungkinan mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat terhadap perusahaan-perusahaan yang masih bandel dalam pengelolaan limbahnya.

Dari floor, pengusaha di antaranya meminta untuk dibangunkan IPAL komunal. Selain itu, mereka sempat pula mengeluhkan kesulitan dalam memperoleh perizinan air tanah. Pemerintah, tegas Luhut, akan mengepankan solusi dalam penyelesaiannya.


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)