• KANAL BERITA

Aparat Tangkap Pelaku Pencurian Mobil

PELAKU PENCURIAN: Wakapolres Magelang Kota, Kompol Prayudha Widiatmoko menunjukkan tersangka dan sejumlah barang bukti aksi pencurian dengan pemberatan sebuah mobil pikap. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)
PELAKU PENCURIAN: Wakapolres Magelang Kota, Kompol Prayudha Widiatmoko menunjukkan tersangka dan sejumlah barang bukti aksi pencurian dengan pemberatan sebuah mobil pikap. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Satreskrim Polres Magelang Kota menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) sebuah mobil pikap bermodus mencongkel pintu mobil dengan kunci T. Tersangka ditangkap setelah dilakukan pengejaran oleh petugas selama hampir satu bulan.

Wakapolres Magelang Kota, Kompol Prayudha Widiatmoko mengatakan, ada dua tersangka yang berhasil diamankan. Antara lain MK (41), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman dan BL (40), warga Desa Pasangsari, Kecamatan Windusari.

“Pertama kita tangkap BL pada 23 April pukul 10.30 WIB di Desa Kalijambe, Kabupaten Purworejo. Selanjutnya MK sekitar pukul 11.30 WIB di rumahnya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman,” ujarnya dalam gelar perkara di kantornya, Kamis (3/5).

Dia menjelaskan, kedua tersangka melakukan pencurian satu unit mobil pikap milik Slamet Mustangin (58), warga Desa Sukodadi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Tindakan pencurian dilakukan pada 25 Maret sekitar pukul 02.30 WIB di depan rumah korban.

“Hilangnya mobil ini diketahui oleh istri korban yang hendak ke kamar kecil. Saat itu istri korban terkejut mobil pikap miliknya tidak ada di depan rumahnya, padahal sebelumnya masih terlihat terparkir di depan rumah,” katanya.

Melihat mobilnya hilang, katanya, korban langsung melapor ke Polsek Bandongan. Adapun mobil pikap yang hilang bermerek Suzuki dengan nomor polisi AA 1721 RK tahun 2012 warna hitam. Sialnya, STNK mobil tersebut diketahui berada di dalam mobil tersebut.

“Atas kejadian ini, korban menderita kerugian sekitar Rp 75 juta,” tuturnya.

Sementara itu, MK mengaku, baru pertama kali ini melakukan pencurian dengan diajak rekannya BL. Ia sendiri berperan sebagai joki yang mengantar BL menuju lokasi dan mengawasi keadaan sekitar TKP.

“Saya nekad ikut mencuri, karena untuk bayar hutang. Saya tidak tahu mobil laku berapa saat dijual oleh teman saya itu. Saya hanya diberi Rp 3 juta dan untuk bayar hutang,” terang buruh tani yang menyebut, aksinya ini dilakukan kurang dari 5 menit. 


(Asef Amani/CN41/SM Network)