• KANAL BERITA

Di Tengah Keterbatasan, Siswa SDN 3 Glagah Ikuti USBN

Foto: Porindo
Foto: Porindo

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Meski harus mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di tempat pengganti sekolah sementara yang kondisinya serba terbatas, para siswa kelas VI SDN 3 Glagah tetap bersemangat.

Gedung sekolah mereka di Pedukuhan Kepek, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo harus dirobohkan beberapa bulan lalu karena berada di wilayah pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Untuk sementara kegiatan belajar mengajar pun harus pindah dengan menyewa rumah warga di Pedukuhan Kretek, Desa Glagah, termasuk untuk pelaksanaan USBN pekan ini.

Salah satu siswa peserta USBN, Salvagita, mengaku sering merasa terganggu dengan suara-suara dari proyek pembangunan bandara. Selain itu kondisi ruangan juga sempit. “Inginnya segera pindah (dibangun gedung baru –red),” ungkapnya, Rabu (3/5).

Meski dengan kondisi banyak keterbatasan, para siswa tampak bersemangat mengikuti ujian yang menjadi penentu kelulusan itu. “Gimana lagi, harus terima kenyataan. Alhamdulillah nyaman di sini,” kata siswa lainnya, Sadrina Yuniati (11)

Kepala SDN 3 Glagah, Joko Susilo mengatakan, secara umum pelaksanaan USBN berjalan lancar dan tidak ada kendala. Ujian diikuti 27 siswa yang dibagi dalam ruang berisi 20 siswa dan tujuh siswa. Mereka diawasi oleh dua orang pengawas dari sekolah lain.

Dengan berada di rumah penduduk, diakuinya memang ruangannya sempit dan kondisinya relatif gelap. Meski demikian, pihaknya telah mensiasati agar kondisi tersebut tidak mengganggu kelancaran siswa mengikuti USBN.

Selain itu, suasana dibuat tenang agar siswa bisa berkonsentrasi mengerjakan soal-soal USBN. “Kalau biasanya memang ramai karena ruangannya sempit. Saya kira ini sudah cukup bagi sekolah yang baru nunut (menumpang), saya kira tidak masalah,” katanya.

Mengenai pembangunan gedung sekolah baru, Joko mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinas direncanakan akhir 2018 sudah selesai dibangun. Sehingga sekitar Januari atau Februari 2019 sidah bisa pindah menempati gedung baru yang dibangun di kompleks relokasi Desa Glagah. 


(Panuju Triangga/CN41/SM Network)