• KANAL BERITA

Eksekusi Pemutusan Listrik di Pasar Kobong Lama Batal

Pedagang ikan di Pasar Kobong diwakili Ketua Bidang Advokasi Hukum PPJP Pasar Rejomulyo Zainal Abidin Petir negoisasi dengan Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto di Pasar Rejomulyo baru.  (Foto suaramerdeka.com/Yulianto)
Pedagang ikan di Pasar Kobong diwakili Ketua Bidang Advokasi Hukum PPJP Pasar Rejomulyo Zainal Abidin Petir negoisasi dengan Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto di Pasar Rejomulyo baru. (Foto suaramerdeka.com/Yulianto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pelaksanaan eksekusi pemutusan listrik di Pasar Kobong lama atau Pasar Rejomulyo yang rencananya dijadwalkan Dinas Perdagangan Kota Semarang hari ini, Kamis 3 Mei batal dilakukan setelah pedagang meminta penundaan pemutusan kepada pihak PLN area Cabang Semarang. 

Sebelumnya, perlawanan kebijakan tersebut juga ditunjukkan pedagang dengan menggelar demo di Pasar Kobong lama yang membawa poster dan spanduk. Yang isinya,  intinya pedagang tetap menolak dipindah di Pasar Rejomulyo baru yang berada tak jauh dari pasar kobong lama. 

Batalnya eksekusi pemutusan listrik di Pasar Kobong juga pernah terjadi sebelumnya dengan alasan yang sama yakni pihak PLN tidak berani memutus aliran listrik di pasar tersebut.   

Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto mengatakan, Pemkot terkait hal ini, baru mengetahui jika ada somasi dari para pedagang. Pihaknya juga tidak mengetahui jika pedagang bisa dapat langsung akses ke PLN. 

"Disini hari ini tidak ada eksekusi karena telah masuk perkara perdata. Kami harus menghargai pedagang. Kalau mereka tetap tidak mau pindah ya monggo. Tapi jangan menghalangi pembangunan kota. Padahal pedagang hanya diminta untuk menggeser beberapa meter saja dari pasar lama, "ujarnya.  

Ditambahkan Fajar, pihaknya mempersilahkan pedagang melakukan upaya hukum yaitu melakukan Peninjauan Kembali (PK) di PN Semarang setelah ditolak bandingnya di PTUN Surabaya. Dengan alasan pedagang yang tidak menerima kondisi Pasar Rejomulyo baru yang menganggap tidak layak digunakan oleh pedagang. 

"Biar nanti ini ranahnya bidang aset Pemkot atau satpol PP untuk bergerak,"harapnya.  

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Hukum PPJP Pasar Rejomulyo Zainal Abidin Petir mengatakan, menanggapi pemutusan listrik di Pasar Kobong, membuat dirinya sejak malam mewakili pedagang melakukan konsolidasi dengan manager PLN area Semarang disampaikan kondisi yang sebenarnya. Karena tempat dagangannya tidak layak ditempati. Sehingga pihak PLN menunda pemutusan listrik di Pasar Kobong. 

"Sesuai Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Konsumen, pedagang berhak mendapatkan listrik. Apalagi pihaknya sedang melakukan upaya hukum, yakni melakukan  PK ke PN Semarang,  saya berharap pemkot bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan tersebut," pungkasnya.


(Yulianto/CN33/SM Network)