• KANAL BERITA

Gelapkan Mobil Tucson, Terdakwa Dihukum Tiga Tahun

Eks Karyawan PT Hyundai 

TINGGALKAN SIDANG: Terdakwa Irma Ochtavia Pratiwi (kanan) saat meninggalkan ruang sidang di PN Semarang. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
TINGGALKAN SIDANG: Terdakwa Irma Ochtavia Pratiwi (kanan) saat meninggalkan ruang sidang di PN Semarang. (Foto suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Eks karyawan PT Hyundai Mobil Indonesia Cabang Semarang, Irma Ochtavia Pratiwi (27) alias Vivi dinyatakan bersalah melakukan penggelapan mobil Hyundai jenis Tucson putih tahun 2016 serta uang perusahaan, sebagaimana diatur dalam pasal 374 KUHP. 

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin, terdakwa dihukum selama tiga tahun penjara. Majelis hakim yang diketuai Edy Suwanto juga menetapkan masa penahanan kota dikurangi dari pidana yang dijatuhkan kepada Vivi. 

Pada pertimbangan hakim, masa tahanan kota diberikan ke terdakwa pada 28 Oktober 2017 hingga 10 Maret 2018. Selain itu, terdakwa juga dibebani membayar biaya perkara Rp 5 ribu. ''Terdakwa dihukum tiga tahun, dengan masa penahanan kota. Kami masih pikir-pikir atas putusan itu,'' ungkap penuntut umum dari Kejati Jateng Suratno di PN Semarang, Kamis (3/5). Vonis hakim itu lebih rendah satu tahun, dibandingkan tuntutannya, yakni empat tahun penjara. 

Sebelumnya, majelis hakim menegaskan, tidak ada alasan pembenar, maka terdakwa haruslah dihukum mempertanggungjawabkan perbuatannya. ''Mengadili, menetapkan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sehingga merugikan keuangan PT Hyundai senilai Rp 1,9 miliar,'' tandas hakim Edy saat membacakan amar putusannya. 

Hal memberatkan yang jadi pertimbangan hakim ialah terdakwa telah merugikan PT Hyundai, menikmati hasil kejahatannya, serta berbelit-belit dalam sidang. 
Adapun, hal meringankannya, Vivi belum pernah dihukum, sopan selama di persidangan, serta memiliki anak yang masih bayi. Tindak pidana itu dilakukan terdakwa mulai 2016 hingga Februari 2017. 

Saat itu, Vivi merupakan karyawan bagian Administrasi yang juga bertugas di bagian penjualan, kasir, serta personalia. Dalam sidang ini, Vivi didampingi suaminya, serta kuasa hukumnya, Yoyok Mahmudi. Terhadap putusan hakim, Vivi masih pikir-pikir dan meminta waktu satu minggu, sebelum nantinya memutuskan menerima atau banding. 
Dalam pembelaan sebelumnya, Yoyok menegaskan, kliennya itu tidak bersalah, tapi dikambinghitamkan dalam perkara ini. Sidang disaksikan Kepala Cabang PT Hyundai Mobil Indonesia Semarang Sugiarto Djojosaputro. 

''Kami kecewa tidak ada ekseksusi langsung terhadap terdakwa, putusan majelis hakim tidak memerintahkan adanya eksekusi penahanan. Terlebih lagi, ada tindak pidana pemalsuan yang dilakukan terdakwa,'' jelas Eka Windhiarto, kuasa hukum Sugiarto. 


(Royce Wijaya/CN19/SM Network)