• KANAL BERITA

Karangdawa Digagas Jadi Kampung Lovebird

SEMINAR LOVEBIRD : Pakar genetika lovebird, Irwan Santosa dari Surabaya foto bersama lovebird mania yang tergabung dalam KUB Agapornis Aviary Of Karangdawa. (suaramerdeka.com / dok)
SEMINAR LOVEBIRD : Pakar genetika lovebird, Irwan Santosa dari Surabaya foto bersama lovebird mania yang tergabung dalam KUB Agapornis Aviary Of Karangdawa. (suaramerdeka.com / dok)

SLAWI, suaramerdeka.com - Burung lovebird yang harganya bisa mencapai ratusan juta, kini mulai tenar di kalangan masyarakat Kabupaten Tegal. Bahkan, budidaya burung asal Afrika itu, mulai dikembangkan di Desa Wangandawa, Kecamatan Margasari. Desa itu digagas menjadi kampung lovebird, karena puluhan warga di desa tersebut telah membudidayakan burung yang menjadi simbol kerukunan dalam berpasangan itu.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Sriyanto mengatakan, burung lovebird mulai dibudidayakan warga Desa Wangandawa sejak empat tahun silam. Perkembangan budidaya burung itu sangat pesat, sehingga warga secara mandiri membuat Koperasi Usaha Bersama (KUB) Agapornis Aviary Of Karangdawa. Koperasi itu merupakan wadah bagi pecinta buruh lovebird wilayah Karangdawa yang anggotanya sudah mencapai puluhan orang.

“Ini salah satu usaha alternatif warga Wangandawa. Jika memang bisa ditekuni, maka bisa menjadi sumber penghidupan,” kata Sriyanto juga juga menjabat Komisaris KUB Agapornis Aviary Of Karangdawa  itu.

Untuk mengembangkan budidaya burung itu, kata dia, KUB Agapornis Aviary Of Karangdawa   mengelar seminar lovebird yang menghadirkan pakar genetika lovebird Irwan Santosa dan Aji Abdullah Syah dari Surabaya, baru-baru ini.

Seminar yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Wangandawa itu, dihadiri ratusan lovebird mania wilayah Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. “Seminar itu membahas tentang wawasan dan teknik genetika. Ini mempengaruhi nilai jual burung lovebird,” ujar politisi muda Partai Demokrat itu.

Ditambahkan, investasi salah satu warga Wangandawa dalam budidaya burung lovebird mencapai Rp 150 juta. Mereka sudah menjual anak lovebird dengan kisaran harga Rp 250 ribu hingga Rp 40 juta. Warga mengembangkan burung lovebird jenis biola yang sudah pernah terjual dengan harga tertinggi Rp 40 juta. “Kami akan mengusulkan Desa Karangdawa menjadi kampung lovebird. Usaha ini sangat menjanjikan,” pungkasnya.


(Dwi Putra GD/CN26/SM Network)