• KANAL BERITA

Pekerja Wajib Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Momen peringatan Mayday dimanfaatkan BPJS ketenagakerjaan untuk mendekatkan diri ke masyarakat. Tujuannya, masyarakat, utamanya pekerja memahami pentingnya perlindungan pekerja.

“Kami terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya BPJS Ketenagakerjaan. Dengan peringatan Mayday maka diharapkan para pekerja semakin sadar pentingnya perlindungan sebagai peserta BPJS Ketegakerjaan,” ujar Boby Foriawan, kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Klaten yang juga membawahi wilayah Boyolali, Kamis (3/5).

Dia mengungkapkan, upaya mengajak pekerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah tanggungjawab bersama. Pihaknya menggandeng Kejari, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) serta Apindo untuk menggencarkan sosialisasi tersebut. Intinya, seluruh pekerja di perusahaan di Boyolali harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan setempat. Di seluruh wilayah Boyolali ada sekitar 900 perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 35.000 orang.

“Namun yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagkerjaan masih minim, baru 9,52 persen. Memang. Setiap pekerja wajib masuk menjadi peserta BPJS Ketegakerjaan,” katanya.

Sebagai peserta BPJS Ketegakerjaan, lanjut dia, maka peserta mendapat manfaat yang besar. Seperti dialami B Ade P, pekerja PT Sri Wahana Adityakarta yang mengalami kecelakaan kerja. Maka yang bersangkutan mendapat santunan sebesar Rp 68 juta.

Santunan yang termasuk return to work dimaksudkan agar Ade tetap mendapatkan dana selama masa pemulihan. Setelah pulih, maka dia juga bakal dicarikan pekerjaan di perusahaan yang sesuai. “Kami juga memberikan santunan jaminan hari tua dan jaminan lainnya kepada Haryono, pekerja PT Wika Beton sebesar Rp 78 juta,” kata dia.


(Joko Murdowo/CN26/SM Network)