• KANAL BERITA

Kakek Sartono Ditemukan Tewas Membusuk

Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat kakek Sartono (83) di Dusun Kalimendong RT 03 RW 01, Desa Kalimendong Kecamatan Leksono, Wonosobo, baru-baru ini. (SM/ M Abdul Rohman)
Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat kakek Sartono (83) di Dusun Kalimendong RT 03 RW 01, Desa Kalimendong Kecamatan Leksono, Wonosobo, baru-baru ini. (SM/ M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Warga Dusun Kalimendong RT 03 RW 01, Desa Kalimendong Kecamatan Leksono, Wonosobo digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tua di dalam rumahnya. Korban diketahui bernama kakek Sartono (83) yang meninggal dalam kondisi sudah membusuk. Hasil pemeriksaan tim medis, diperkirakan korban meninggal sudah empat hari sebelum ditemukan.

Kapolsek Leksono, Iptu Suwandi menyebutkan, penemuan mayat terjadi Minggu (29/4) sekitar pukul 09.30. Korban ditemukan Turyani alias Pariyem (60) adik ipar korban sudah meninggal di dalam rumahnya dan kondisinya membusuk. "Korban sebetulnya tinggalnya bersama istrinya yang bernama nenek Comil (79), namun dia mengalami gangguan jiwa dari kecil, sehingga tahunya suaminya sedang tidur," ujar dia.

Korban tinggal berdua, tidak mempunyai anak. Awalnya adik ipar korban, sedang berkunjung ke rumah korban ingin memberikan makanan. Namun, saat masuk ke rumah tersebut malah ada bau menyengat. Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal di tempat tidur di ruang depan. Selanjutnya adik ipar korban berteriak-teriak minta tolong kepada Jarkoni (40) tetangga korban.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Leksono. Mendapat laporan tersebut petugas kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kemudian dilakukan olah TKP bersama team kesehatan puskesmas dan team identifikasi polres. "Hasil pemeriksaan korban diperkirakan meninggal sekitar empat hari, kondisi kulit sudah mengelupas, lidah keluar dan membengkak," beber dia.

Sebab kematiaan korban, Iptu Suwandi menduga karena korban sakit dan jumpo. Sakitnya sudah sekitar lima tahun. Istrinya juga mengidap penyakit jiwa dari kecil, sehingga suaminya meninggal dunia dikira tidur. "Di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di pemakaman desa setempat," tutupnya.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)