• KANAL BERITA

Menpora Tekankan Pentingnya Menjaga NKRI

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menpora Imam Nahrawi dengan penuh semangat menyampaikan kepada 5.000 pemuda pelajar yang tergabung dari IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan PII (Pelajar Islam Indonesia) untuk menjaga NKRI bangsa ini. Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan Pemuda Pelajar Indonesia yang dilaksanakan di Lapangan PPPON Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/5).

"Saya bangga melihat adik-adik semua yang dari pagi berdiri di lapangan bersemangat mengikuti apel ini. Ini menjadi bukti bahwa meskipun kalian semua berasal dari organisasi yang berbeda, namun kalian bisa berkumpul bersama dan bersilaturahmi di acara ini. Saya senang kegiatan ini, tepat di hari Pendidikan Nasional menjadi sejarah bahwa pelajar pemuda IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan PII (Pelajar Islam Indonesia) bisa berkumpul bersama," kata Menpora yang juga didampingi oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, dan Staf Khusus Anggia Ermarini dan Zainul Munasichin.

"Yang penting lagi, saya berdiri di sini menemani adik-adik semua untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meski kita berbeda-beda, namun kita semua adalah Indonesia. Saya ingin kegiatan yang baik ini bisa kalian sebarkan di media sosial masing-masing. Jadikan kegiatan positif bukti bahwa tidak ada perbedaaan di antara kalian, semua terbingkai dalam Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," semangat Menpora.

Sementara, Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh pada laporannya menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga organisasi kepemudaan pelajar, IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan PII (Pelajar Islam Indonesia) yang difasilitasi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk peneguhan komitmen pemuda pelajar Indonesia untuk dalam partisipasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Meneguhkan komitmen untuk meningkatkan pendidikan yang berkeadaban, mencegah terjadinya kekerasan dan eksploitasi di dunia pendidikan, menanggulangi bahaya narkoba, terorisme, dan kenakalan remaja, serta ujaran kebencian dan penyebaran hoax di dunia siber," ujarnya.

"Di samping pemuda pelajar Indonesia, kegiatan ini juga diikuti oleh pemuda dari 21 negara. Kementerian Pemuda dan Olahraga memfasilitasi kegiatan ASEAN Plus Youth Camp, yang dibuka tanggal 1 Mei 2018," tambahnya.

Kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 2 - 5 Mei 2018. Kegiatan diisi dengan Apel Kebangsaan, kemah pendidikan, lomba vlog konten-konten positif, seminar kebangsaan, latihan bela negara, lomba menulis surat ke Presiden, olahraga, serta apresiasi seni dan budaya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)