• KANAL BERITA

Proyek Jalan Tembus Bawang-Dieng Berhenti

Investor Malas Berinvestasi  

GELAR TIKAR : Pada hari libur, jalan tembus Bawang-Dieng ruas Deles sering dijadikan wahana rekreasi wisatawan lokal, seperti untuk makan bersama keluarga dengan menggelar tikar di tepi jalan. (suaramerdeka.com/Ali Arifin)
GELAR TIKAR : Pada hari libur, jalan tembus Bawang-Dieng ruas Deles sering dijadikan wahana rekreasi wisatawan lokal, seperti untuk makan bersama keluarga dengan menggelar tikar di tepi jalan. (suaramerdeka.com/Ali Arifin)

BATANG, suaramerdeka.com - Setelah proyek jalan tembus Bawang-Dieng (sekitar 12 km) berhenti atau tidak dilanjutkan lagi, akhirnya para investorpun pun malas berinvestasi.

''Dulu saya bersemangat ingin berinvestasi di Deles. Sebab, infonya jalan cor dari Bawang, Batang ini benar-benar nyambung sampai Dieng, Banjarnegara,'' kata seorang pengusaha di bidang pariwisata yang enggan disebut namanya. 

Namun kenyataannya, lanjut dia, jalan cor dari Dukuh/Desa Deles, Bawang hanya sampai Dukuh Bintoromulyo, Pranten, Bawang, sekitar 6 km lebih sedikit. Adapun sisanya sekitar 4 km sampai Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara dibiarkan masih tanah merah.

''Logikanya orang lewat jalan Deles ini kan mau ke Dieng. Sebab, nama Dieng lumayan bisa menarik minat wisatawan lokal maupun asing. Tapi kalau proyek cor jalan tembus ini berhenti dan tidak dilanjutkan lagi, saya rasa investor akan berfikir ulang untuk membangun usaha di sini.''

Abu SB, pengusaha asal Malaysia menyatakan sudah menghubungi koleganya di Negeri Jiran untuk mau menengok jalan tembus Bawang-Dieng. ''Teman saya konsen di bidang bisnis pariwisata. Dia suka, asal ada kemudahan dari pemerintah lokal,'' katanya.

Bergantung Pemprov Jateng

Dari pantauan suaramerdeka.com, banyaknya truk bermuatan sayur dan material bangunan yang melewati jalan cor Deles-Bitoromulyo bisa membuat jalan cepat rusak.

''Kalau tidak ada tindaklanjutnya, kami khawatir jalan tembus Bawang-Dieng ruas Deles-Bintoromulyo yang sudah dicor sepanjang 6 km, akan cepat rusak,'' kata Wakil Ketua Wakil Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Pembangunan Batang-Banjarnegara, Burhana Syukur, kemarin.

Imam Syaifudin, pengusaha asal Jakarta menyatakan, jika jalan tembus Bawang-Dieng yang masih tahap awal tiap hari selalu dilalui truk-truk sayur dan bahan bangunan, pasti cepat rusak. ''Sebab, kualitas cor Bawang-Dieng ruas Deles-Bintoromulyo itu hanya untuk lantai kerja. Artinya cor dasar sebelum ditumpuk cor rigid beton,'' katanya.

Kepala DPU-PR Batang Ketut Mariadji menyatakan bahwa sebenarnya cor Bawang-Dieng ruas Deles-Bintoromulyo itu sebagai pengganti onderlagh. Kalau zaman dulu, onderlagh itu berupa batu belah yang ditata berdiri.

''Jalan tembus Bawang-Dieng ruas Deles-Bintoromulyo itu sebenarnya belum selesai. Setelah dicor dasar dari Deles sampai Bitingan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, kemudian baru dilanjutkan tahap berikutnya,'' jelasnya.

Menurut Ketut, tahap selanjutnya yang dimaksud adalah bergantung dari anggaran yang disediakan Pemprov Jateng. Apakah dicor lagi dengan rigid beton atau cukup dilapis dengan aspal hotmix. Jika itu sudah dilakukan, maka kekuatan jalan akan tahan lama. Karena jalan Deles-Bintoromulyo adalah jalan yang baru dibuka. Beda dengan jalan tembus Kecamatan Bandar, Batang-Dieng, Batur, Banjarnegara via Gerlang, Kecamatan Blado.

Jalan yang baru dibuka butuh onderlagh, baik berupa batu belah ditata berdiri atau yang kekinian adalah dengan cara dicor. Adapun jalan Gerlang, Blado yang berbatasan dengan Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara dari arah selatan adalah jalan lama, sudah ada onderlagh-nya. Sehingga begitu dicor beton, langsung jadi jalan yang layak dilewati.


(Ali Arifin/CN39/SM Network)