• KANAL BERITA

GTT/PTT Demo Minta Honor Setara UMK

Unjuk Rasa saat Hardiknas 

UNJUK RASA: GTT dan PTT TK, SD, SMP swasta dan negeri di Kota Salatiga mendatangi Balai Kota dan DPRD mengajukan tuntutan perbaikan kesejahteraan. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
UNJUK RASA: GTT dan PTT TK, SD, SMP swasta dan negeri di Kota Salatiga mendatangi Balai Kota dan DPRD mengajukan tuntutan perbaikan kesejahteraan. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang selama ini mengajar di TK, SD, dan SMP di Kota Salatiga, melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi Pemkot Salatiga dan DPRD Kota Salatiga, Rabu (2/5) pagi. Aksi PTT dan GTT setelah Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tersebut, dilaksanakan dengan berjalan kaki tanpa suara. 

Unjuk rasa itu tidak diisi dengan orasi atau terikan lainnya, yang biasanya dilakukan saat berdemo. Mereka datang dengan tertib dan teratur.

Aksi mereka mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Salatiga, karena jumlah pesertanya cukup banyak. Sebagian besar GTT dan PTT tersebut ada yang menggunakan pakai seragam Korpri dan PGRI, serta lainnya pakaian hitam-putih. 

Saat mendatangi Pemkot Salatiga mereka langsung duduk di halaman Balai Kota, sambil menunggu pejabat yang menemuinya. Wali kota Yuliyanto, Wawali Muh Haris, Sekda Fakruroji pun mendatangi para GTT dan PTT tersebut. Bahkan Wali Kota berinsiatif ikut duduk di lapangan dan mengajak dialog para pengunjuk rasa. Kedatangan Wali Kota Yuliyanto disambut dengan tepuk tangan GTT dan PTT.

Eko Yunianto salah satu guru yang diberi kesempatan bertanya, dia menyampaikan tiga tuntutan utama mereka, yakni legalitas mereka sebagai GTT dan PTT dengan Surat Keputusan Wali Kota. Lalu mengusulkan peningkatan kesejahteraan berupa honor minimal sesuai upah minimum Kota Salatiga (UMK) karena beberapa di antara mereka honor tiap bulan kurang dari Rp 500 ribu. Mereka juga meminta pembatasan penerimaan GTT dan PTT dari TK hingga SMP.

''Kami berharap agar kepala daerah memenuhi tuntutan kami,'' kata Eko. 

<B>Insentif Naik Bertahap<P>

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Yuliyanto menjelaskan, bila berdasarkan aturan hukum perlu SK GTT dan PTT, maka wali kota akan segera menandatanganinya. Lalu soal upah GTT dan PTT yang masih jauh di bawah UMK, Yuliyanto menjelaskan Pemkot Salatiga sudah meningkatkan insentif guru secara bertahap. Soal pembatasan GTT dan PTT sudah ada aturan mainnya sehingga dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.

Sekretaris Dinas Pendidikan yang juga plt Kadinas Pendidikan, Umi Limaningsih menambahkan, insentif GTT dan PTT sudah dinaikkan. Insentif diluar honor yang diberika sekolah. Untuk GTT dan PTT sekolah negeri insentif sudah dinaikkan dari Rp 250 ribu/bulan menjadi Rp 500 ribu/bulan. Sedangkan GTT dan PTT guru swasta sebesar Rp 300 ribu/bulan. 

Setelah dilakukan dialog Wali Kota dan Wawali serta para pejabat menyalami satu persatu GTT dan PTT. Aksi dilanjutkan dengan datang ke Gedung DPRD. Mereka disambut Ketua DPRD Teddy Sulistio dan wakil rakyat lainnya. Dialog berlangsung di ruang tamu dengan cara lesehan. Berbagai hal diungkapkan GTT dan PTT.

Mereka berharap agar DPRD memberikan perhatian kepada mereka. Teddy Sulistio mengungkapkan, bahwa PTT dan GTT merupakan pahlawan pendidikan, sehingga sudah sewajarnya mendapat insentif yang layak, minimal sebesar UMK.


(Surya Yuli P/CN39/SM Network)