• KANAL BERITA

Pembiayaan Perbankan Syariah Belum Inovatif

Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Perbankan syariah dinilai masih belum berani melakukan terobosan dalam penyaluran pembiayaan yang masih didominasi kredit konsumtif.

Sebanyak 53 persen akad yang digunakan pun murabahah (jual beli) karena dianggap lebih aman bagi bank maupun debitur.

“Terlihat bahwa pembiayaan yang dilakukan bank syariah belum cukup inovatif karena masih sama dengan pembiayaan yang dilakukan bank konvensional," kata Kepala Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar, Sarwono kepada wartawan, Rabu (2/5).

Dia menyebut secara umum umum kinerja perbankan syariah terus menunjukan tren meningkat. Pangsa pasarnya mencapai 5,78 persen. Hanya saja, catatan tersebut masih belum maksimal mengingat potensi besarnya. 

Kondisi tersebut di antaranya dipengaruhi pola penyaluran pembiayaan. Dijelaskan, total pembiayaan perbankan syariah nasional menyentuh angka Rp 291 triliun, yang sebagian besar disalurkan ke sektor rumah tangga Rp 118,3 triliun (40,6 persen).

Untuk kontruksi, industri pengolahan, dan perantara keuangan, masing-masing sekitar 7,77 persen, 7,51 persen, dan 6,85 persen.

Kemudian dari sisi jenis penggunaan 41,78 persen atau senilai Rp 121,6 triliun yang merupakan pembiayaan konsumsi, modal kerja  Rp 101,9 triliun (35,02 persen), dan investasi senilai Rp 67,5 triliun (23,20 persen).

Sedangkan dari sisi penggunaan akad, 53,23 persennya menggunakan akad murabahah (jual beli), sedangkan pembiayaan yang menggunakan akad lain sangat rendah, seperti musyarakah dan mudharabah (bagi hasil) yang masing 34,87 persen dan 5,87 persen, istishna (0,41 persen).


(Setiady Dwi/CN39/SM Network)