• KANAL BERITA

Gudang Toko Roma Salatiga Terbakar

KOBARAN API: Kobaran api membakar lantai empat gudang  Toko Roma di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persisnya di depan Pasaraya Salatiga, semalam. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
KOBARAN API: Kobaran api membakar lantai empat gudang Toko Roma di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persisnya di depan Pasaraya Salatiga, semalam. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Gudang Toko Roma di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persisnya di depan Pasaraya Salatiga, semalam terbakar. Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. 

Api melalap gedung lantai empat itu sekitar pukul 18.30 WIB. Belum diketahui secara pasti sumber api. Dugaan awal, api berasal hubungan arus pendek listrik. 

Salah satu karyawan toko Roma,  Eka mengatakan, dirinya tidak tahu penyebab kebakaran itu. Tiba-tiba kobaran api membesar dan asap membumbung. Para karyawan  panik keluar gedung sebelum api membesar.  

"Saya tidak tahu tiba-tiba api membesar. Mungkin karena korsleting listrik. Gedung  itu menyimpan kertas kardus dan roti. Tidak ada orang di gudang itu saat kebakaran," kata Eka. 

Beberapa saat kemudian petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Salatiga dan Kabupaten Semarang dikerahkan untuk memadamkan api. 

Pemadam kebakaran kesulitan menembus kobaran api karena akses menuju lantai empat di tengah pemukiman padat penduduk. Petugas pemadam kebakaran terpaksa naik melalui atap rumah warga dan melokalisir agar api tidak merambat ke rumah warga. Juga banyaknya warga yang menutup akses jalan membuat petugas kesulitan. Sebagian pemilik toko yang berada di kanan kiri pun menyelamatkan barang dagangan ke lokasi aman agar tidak ikut terbakar. 

Kepala Linmas dan Pemadam Kebakaran Pemkot Salatiga, Yayat Nurhayat, yang datang di lokasi mengatakan, pihaknya meminta bantuan Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Semarang dan Boyolali untuk memastikan api benar-benar padam. Sekitar tiga jam setelah kobaran api itu baru bisa dipadamkan. Aparat polres salatiga masih melakukan penyelidikan.


(Moch Kundori/CN40/SM Network)