• KANAL BERITA

Razia Karaoke Jangan Tebang Pilih

Larangan Buka Selama Ramadan

Suasana rapat koordinasi menyambut Ramadan, di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, kemarin. (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)
Suasana rapat koordinasi menyambut Ramadan, di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, kemarin. (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com – Para pengusaha tempat hiburan di Tegal, meminta razia terhadap tempat hiburan baik diskotik, karaoke, panti pijat, tempat biliard mau pun pub, dilakukan secara adil, tidak tebang pilih. Permintaan mereka itu menyusul larangan beroperasi tempat hiburan selama bulan puasa, mulai pertengahan bulan ini.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Tegal, Imam Badarudin menegaskan, untuk menjaga kekhusyukan beribadah, Pemkab Tegal mengeluarkan kebijakan seluruh tempat hiburan malam harus menutup semua aktivitasnya tanpa terkecuali selama Ramadan tahun ini.

Larangan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengatur Kegiatan Usaha dan Hiburan di Kota Tegal selama Ramadan 1439 H/2018 M, di Gedung Adipura Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (2/4). Hadir para pengusaha/pengelola usaha, hotel, rumah makan dan hiburan se-Kota Tegal yang juga dihadiri instansi terkait.

‘’Ini untuk tetap menjaga kekhusyukan dan menjaga ketertiban umum selama Ramadan. SE Wali Kota akan segera diedarkan setelah disetujui dalam rapat,’’ tegas Imam.

Pengusaha Mendukung

Sementara itu, salah satu pengelola tempat Karaoke Paradiso, Gaga mengatakan, pihaknya menerima dan mendukung kebijakan Pemkot. Bahkan ia mengajak, semua usaha karaoke untuk menaati aturan tersebut tanpa terkecuali.

Meski demikian, ia meminta aparat berwenang jangan sampai tebang pilih dalam melakukan pengawasan. ‘’Jangan sampai juga ada satu karaoke buka tapi dibiarkan oleh petugas. Tutup satu tutup semua,’’ kata dia.

Imam juga menyinggung sanksi yang akan diberikan jika para pengusaha atau pengelola tidak mengindahkan SE tersebut yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Mulai dari teguran tertulis, penutupan sementara, hingga pencabutan izin usaha.

Pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh instansi pemerintah dan aparat penegak hukum sesuai kewenangannya. ‘’Apabila kegiatan pengawasan atau sweeping dilakukan oleh yang tidak berwenang seperti Ormas, LSM dan organisasi lainnya, maka kegiatan tersebut dinyatakan melanggar ketentuan dan dapat diproses secara hukum,’’ kata dia.

Imam menegaskan, tempat hiburan yang ditutup total tidak dikenakan hal-hal yang berkaitan dengan pajak. Pengelola diminta segera melaporkan secara tertulis ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) berkaitan dengan pajak/retribusi paling lambat tanggal 14 Mei 2018.

Meski menutup usahanya selama sebulan, pengusaha Karaoke Paradiso, Gaga mengaku, tetap akan memberikan gaji ke seluruh pegawainya. Pihaknya juga akan segera melapor penutupan kepada Bakeu Pemkot Tegal agar selama penutupan tidak ada tagihan retribusi.


(Tresno Setiadi/CN40/SM Network)