• KANAL BERITA

Stadion Manahan Steril Selama Revitalisasi

Pengunjung memadati Sunday Market di salah satu sudut kompleks Stadion Manahan, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Pengunjung memadati Sunday Market di salah satu sudut kompleks Stadion Manahan, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Untuk menjamin kelancaran proyek Pemerintah Pusat, Pemkot Surakarta berencana melakukan sterilisasi kawasan Stadion Manahan dari aktivitas publik, selama kompleks olahraga itu direvitalisasi.

Kebijakan ini akan berdampak pada seluruh kegiatan yang selama ini berlangsung di stadion tersebut. Proyek pemerintah pusat tersebut diprediksi mulai digarap Juni mendatang dan berakhir sekitar Oktober 2019.

"Selama pembangunan, bangunan stadion dan sekitarnya harus steril sehingga aman," ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Joni Hari Sumantri, usai Upacara Hari Pendidikan Nasional di Stadion Sriwedari, Rabu (2/5).

Joni mengakui, pelaksanaan revitalisasi Stadion Manahan berdampak pada event-event Kota Solo, tidak terkecuali event Sunday Market pada setiap Minggu. "Tapi kami belum mengatakan (Sunday Market) libur. Hanya saja harus dibuat zona aman selama pengerjaan konstruksi. Itu (zona aman) bersifat wajib, karena menyangkut keselamatan," jelasnya. 

Berdasarkan informasi, revitalisasi Stadion Manahan diprediksi berlangsung mulai Juni hingga Oktober 2019. Namun Joni enggan memastikan lebih lanjut realisasi program tersebut.

"Survei, perencanaan, sampai pengerjaan konstruksi sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat. Anggarannya murni dari APBN dan berada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tidak ada anggaran pendampingan langsung dari APBD," tandasnya.

Mengutip laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, tender proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan senilai lebih dari Rp 314 miliar tersebut masih berlangsung. Penandatanganan kontrak antara penyelenggara tender dan pemenang lelang proyek itu ditargetkan berlangsung 11 Juni.

Terpisah Wali Kota FX Hadi Rudyatmo meminta masyarakat, tidak terkecuali Pedagang Kaki Lima (PKL) Sunday Market, memahami konsekuensi atas pelaksanaan revitalisasi itu. Wali Kota bahkan berencana meliburkan aktivitas Sunday Market, selama proyek itu berlangsung.

"Lha mau ditaruh di mana? Kami tidak punya tempat lain. Jadi harus libur dulu selama pembangunan," tandasnya.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)