• KANAL BERITA

Kamis, Ongkos Bongkar PKL KH Masykur Cair

foto: istimewa
foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com – Kamis (3/4) bantuan untuk ongkos bongkar bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan KH Masykur dicairkan. Namun santunan dari Pemkot Surakarta kepada pedagang dalam bentuk non tunai.

Rencananya santunan tersebut dicairkan melalui rekening masing-masing pedagang. "Jadi besok kalau ongkos bongkarnya cair, langsung ditransfer dari kas daerah ke rekening pedagang. Tidak diberikan secara tunai," ungkap Kabid PKL Dinas Perdagangan, Didik Anggono, kemarin.

Menurut Didik, santunan berupa ongkos bongkar lapak itu dibedakan menurut jenis lokasi usaha. Untuk pemilik bangunan permanen diberikan ongkos sebesar Rp 65 ribu per meter persegi, ada pun pemilik bangunan semipermanen diberikan Rp 50 ribu per meter persegi. Berdasarkan hasil pendataan Dinas Perdagangan, terdapat 145 PKL yang berjualan di sepanjang jalan tersebut.

Santunan itu diberikan menyusul rencana Pemkot menertibkan lapak PKL dan mengembalikan fungsi lokasi usaha pedagang sebagai bahu jalan, trotoar, drainase serta ruang terbuka hijau (RTH). Sosialisasi rencana itu, lanjut Didik, telah dilakukan bertahap sejak bulan lalu.

Didik mengklaim, sebagian besar pedagang telah setuju untuk menerima tawaran ongkos bongkar dari Pemkot. Ia bahkan menyebut, tidak kurang 80 persen dari total PKL telah membuat surat pernyataan persetujuan untuk pindah sekaligus membuka rekening bagi pemrosesan pencairan ongkos bongkar. "Tinggal 20 persen dari seluruh pedagang saja yang belum mau pindah," terang dia.

Pendekatan persuasif kepada pedagang yang belum sepakat dengan kebijakan Pemkot tersebut, imbuhnya, akan digencarkan. Hal ini dilakukan agar seluruh PKL bersedia menerima ongkos bongkar yang ditawarkan Pemkot.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menerangkan, penataan PKL Jalan KH Masykur dilakukan demi mendukung pengembangan kawasan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Pengembangan kawasan TSTJ itu bakal didahului penataan drainase dan trotoar, yang saat ini digunakan PKL sebagai lokasi mengais rezeki. "Jadi harus steril dulu lokasinya dari PKL," jelas Wali Kota.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)