• KANAL BERITA

Wali Kota Semarang Luncurkan Call Center Gawat Darurat 112

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bertepatan dengan hari jadi Kota Semarang yang ke-471, Rabu (2/5), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meluncurkan layanan call center 112 sebagai wadah pelaporan masyarakat di Kota Semarang jika sedang berada dalam kondisi gawat darurat. Melalui nomor layanan cepat terpadu itu, masyarakat tidak perlu menyimpan satu per satu nomor setiap layanan kegawatdaruratan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Dengan menghubungi nomor telepon 112, masyarakat akan langsung terhubung dengan operator yang akan menyambungkan ke setiap call center layanan yang terkait.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, dalam kegiatan peluncuran tersebut langsung menjajal sendiri layanan call center terpadu tersebut, dengan menghubungi nomor 112 melalui ponselnya. Ketika terhubung oleh operator, Hendi diminta untuk menyebutkan secara lengkap data pribadinya, mulai nama lengkap hingga nomor ponsel. Setelah operator mendapatkan data yang dibutuhkannya, barulah Hendi kemudian ditanya oleh operator terkait pertolongan yang dibutuhkannya.

"Saya mau minta tolong dipanggilkan Ambulans Hebat," pinta orang nomor satu di kota lumpia tersebut kepada operator yang berbicara kepadanya.

Dirinya juga bertanya kepada operator terkait berapa lama ambulans akan datang ke alamat yang telah disebutkannya, yaitu di Balai Kota Semarang. Menjawab pertanyaan Hendi tersebut, operator Call Center 112 itu pun menjanjikan Ambulance Hebat akan tiba dalam waktu lima menit.

Setelah menutup telepon, dia kemudian menyatakan jika layanan Call Center 112 tersebut sudah siap untuk digunakan oleh masyrakat Kota Semarang. Dirinya juga menuturkan, jika 112 akan menjadi muara seluruh inovasi layanan kegawatdaruratan yang diinisiasi oleh banyak instansi di Kota Semarang. 

"Seiring lahirnya berbagai inovasi layanan gawat darurat di Kota Semarang, kita ini lalu jadi memiliki banyak nomor, ada 1500-132 untuk kesehatan, ada 1500-092 untuk kriminalitas, ada juga untuk pemadam kebakaran, dan seterusnya," jelas Hendi.

"Maka untuk lebih mempermudah masyarakat, nomor-nomor tersebut kita rangkum menjadi satu, dengan dibantu oleh operator," tegasnya.

Namun walau pun layanan call center tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat di Kota Semarang sejak tanggal 2 Mei 2018, Hendi menyakinkan ke depannya akan tetap melakukan evaluasi terhadap layanan tersebut. "Hari ini sudah bisa digunakan, dan akan kita evaluasi terus terkait kecepatan respon yang diberikan, targetnya pasti secepat mungkin untuk meminimalkan risiko," terang Hendi, di hadapan ratusan tamu yang hadir dalam peluncuran Call Center 112 tersebut.
 


(Setiawan Hendra Kelana/CN40/SM Network)