• KANAL BERITA

Keluhan PKL Galabo, Penataan Rapi Tapi Sepi

Sebagian Pedagang Minta Pindah Selter

Beberapa pembeli mengunjungi selter Kuliner Galabo di sisi timur, Jalan Mayor Sunaryo, Solo, Rabu (2/5).(suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Beberapa pembeli mengunjungi selter Kuliner Galabo di sisi timur, Jalan Mayor Sunaryo, Solo, Rabu (2/5).(suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com – Sejumlah pedagang Kuliner Gladak  Langen Bogan (Galabo) mengeluhkan lokasi baru tempat mereka berjualan. Setelah penataan diakui pedagang rapi. Namun sebagian justru sepi pembeli. Jumlah pembeli pada siang hari di selter baru tersebut lebih sedikit dibanding tempat berjualan sebelumnya.

Mereka menilai penataan pedagang kaki lima (PKL) berdampak negatif bagi. ‘’Kawasan kota memang terlihat rapi, namun kesejahteraan pedagang tidak menguntungkan,’’ kata pedagang nasi sayur sisi timur Galabo, Litik, Rabu (2/5).

"Pendapatan di selter itu tidak sebaik dulu. Sebelumnya kami berjualan di depan Luwes Loji Wetan. Penghasilan di tempat tersebut bisa melengkapi fasilitas jualan serta pembangunan rumah kami. Kami kecewa pemindahan itu malah membuat penghasilan berkurang," lanjut dia.

Menurutnya, pembeli di kawasan sisi paling timur galabo sedikit di banding di sisi tengah wisata kuliner tersebut. Selain itu akses jalan satu arah membuat pembeli kurang tertarik untuk makan di selter yang berdekatan dengan perempatan Sangkrah tersebut.

"Jarak penjual dengan menu makanan yang sama terlalu berdempetan. Sehingga pembeli lebih memilih makanan lain. Seharusnya Pemkot menata lebih renggang jarak penjual makanan dengan menu yang sama, mungkin dua hingga empat selter setelahnya," ungkap Litik.

Pindah Selter

Pedagang Galabo sisi timur meminta pemkot ikut membantu menjaga keberlangsungan pedagang. Mereka berharap ada fasilitas penunjang penghasilan mereka. Bahkan sebagian mereka minta pindah ke lokasi atau selter lain.

"Jika ada fasilitas tambahan mungkin bisa membantu kami. Namun kami berharap ada pemindahan selain di selter ini, karena penghasilan kami sangat sedikit. Biasa sehari bisa mendatangkan 15-20 orang ketika di tempat sebelumnya. Namun di selter baru itu hanya lima sampai tujuh orang yang berkunjung tiap harinya," kata Litik.

Sementara itu, Kabid PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Kota surakarta, Didik Anggono mengatakan, pihaknya masih berupaya melengkapi fasilitas yang kurang. Pedagang diimbau untuk bersabar karena penataan masih dalam proses penyelesaian.

"Kami sudah alokasikan untuk melengkapi fasilitas di selter tersebut. Pedagang perlu bersabar dengan upaya yang kami lakukan, karena penataan memang butuh waktu yang tidak cepat. Pedagang harus lebih sabar lagi karena Pemkot berupaya menata PKL liar, sehingga solusi pemindahan di selter tersebut sudah final," jelasnya.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)