• KANAL BERITA

Warga Nekat Datangkan Alat Berat

Pembukaan Akses Salem-Banjarharjo Jalan Terus

ALAT BERAT: Alat berat bantu buka jalan provinsi ruas Salem-Banjarharjo yang tertutup longsor di Bukit Lio.(suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
ALAT BERAT: Alat berat bantu buka jalan provinsi ruas Salem-Banjarharjo yang tertutup longsor di Bukit Lio.(suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BREBES, suaramerdeka.com – Warga agaknya tidak mengindahkan larangan Bupati Brebes, Idza Priyanti, dan sejumlah pihak yang berwenang terkait pembukaan kembali akses jalan Salem-Banjarharjo yang tertimbun longsor, beberapa bulan lalu. Kawasan tersebut masih rawan longsor dan tidak boleh ada aktivitas di sekitar lokasi.

Namun, warga dalam beberapa hari ini nekat membuka akses tersebut secara bekerja bakti. Bahkan warga mendatangkan alat berat ke lokasi untuk mendukung percepatan pembukaan jalan yang putus akibat longsor tersebut.

Salah seorang warga, Kustono mengatakan, alat berat didatangkan untuk mendukung kegiatan pembukaan jalan mengingat luasnya areal jalan yang terdampak longsor. Menurut dia, material longsor menimbun badan jalan sepanjang lebih kurang 215 meter.

Sedangkan panjang jalan yang hilang tergerus longsor kurang lebih 273 meter. ‘’Hari ini (kemarin-red) alat berat sudah mulai dioperasikan tapi masih dalam tahap penjajakan. Besok (hari ini) dilanjutkan lagi,’’ katanya, Selasa (2/5) kemarin

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga dari sejumlah elemen di Kecamatan Salem bekerja bakti membuka akses jalan Salem-Banjarharjo yang putus di Bukit Lio akibat longsor pada 22 Februari.

Namun Bupati Brebes Idza Priyanti melarang kegiatan itu dan mengingatkan warga akan bahaya longsor susulan di kawasan Bukit Lio. Orang nomor satu di Kabupaten Brebes itu meminta warga bersabar dan menggunakan jalur yang lebih aman sambil menunggu penanganan dari pemerintah.

Penggalangan Dana

Kustono menegaskan akses Salem-Banjarharjo memegang peranan penting bagi perekonomian warga Salem. Sejak tidak bisa dilewati, biaya transportasi warga yang hendak ke Brebes membengkak karena harus memutar jauh lewat jalur Bumiayu-Prupuk.

‘’Kami bisa memahami apa yang disampaikan bupati. Gerakan ini murni dilakukan masyarakat dengan tanpa menyalahkan pihak mana pun. Tidak ada yang melarang kok, cuma memang pemerintah belum mengizinkan jalan tersebut dilewati,’’ ujarnya

Dia menambahkan, pembukaan jalur tersebut mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. Hal itu dibuktikan dengan antusiasme warga menyumbangkan dananya untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, salah satunya untuk mendatangkan dan mengoperasikan alat berat.

Sejak penggalangan dana dibuka pada Minggu (30/4), kini sudah terkumpul dana Rp 35,250 juta. ‘’Perolehan sumbangan dana  masyarakat ini selalu kami update setiap menit di grup Whatsapp Pemrakarsa Jalan Lio,’’ terangnya.
 


(Teguh Inpras Tribowo/CN40/SM Network)