• KANAL BERITA

Anggota Kodim Dibekali Penanganan Kebakaran

Anggota Kodim 0707/Wonosobo mencoba memadamkan api saat simulasi penanganan kebakaran di halaman Makodim setempat, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Anggota Kodim 0707/Wonosobo mencoba memadamkan api saat simulasi penanganan kebakaran di halaman Makodim setempat, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Sejumlah anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0707/Wonosobo, mendapatkan pembekalan penanganan pemadaman api di halaman Makodim setempat, baru-baru ini. Pembekalan melalui simulasi kebakaran tersebut diberikan guna memberikan pemahaman penanganan musibah kebakaran. Baik saat menghadapi musibah tersebut, atau membantu masyarakat di wilayah binaannya.

Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops), Kapten Czi Sarwiyono menyebutkan, simulasi mengatasi kebakaran tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pengetahuan tentang cara mengatasi apabila terjadi bahaya kebakaran di sekitar kita. Mengandeng Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, pengarahan diberikan kepada staf kodim dan piket planton dan provos. 

Menurut Kapten Sarwiyono, pihaknya mengambil pelajaran dari beberapa kejadian kebakaran yang sering ditayangkan di media elektronik, cetak mau pun online. Akhirnya, pada kesempatan Minggu Militer Triwulan IV April 2018, pihaknya sengaja mengadakan simulasi bahaya kebakaran kepada anggota Kodim 0707/Wonosobo, dengan mengambil contoh apabila Kantor Staf Pers terbakar.

Tujuannya, lanjut dia, untuk memenuhi standar keamanan perumahan dan perkantoran terhadap bahaya kebakaran, sebagai tindakan preventif pencegahan bahaya kebakaran, mengingat saat ini semakin meningkat. "Komputerisasi dengan penggunaan tenaga listrik, sangat riskan terhadap terjadinya kebakaran akibat pemakaian arus listrik yang berlebih," beber dia. 

Diharapkan setia anggota bisa memastikan semua arus listrik yang tidak digunakan untuk dicabut, baik saat akan ditinggal ke luar kantor, atau pun usai jam kerja. “Di tempat-tempat penjagaan dan perkantoran diprotapkan selalu ada alat pemadam kebakaran seperti, tongkat besi penggait, tongkat karung goni, kotakan pasir serta APAR (alat pemadam api ringan) yang sederhana untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.

Senada, Pasi Intel, Kapten Infanteri Punidi menyampaikan, kerugian apabila terjadi kebakaran tidaklah sedikit, barang-barang berharga pastinya akan raib dilalap si jago merah. Bahkan tidak menutup kemungkinan nyawa akan jadi korbannya. "Penanganan apabila terjadi kebakaran pada kesempatan pertama yang perlu diamankan adalah personel dan materiil," ujar dia.

Hal yang menjadi penekanan khusus, jika terdapat kabel listrik tak layak pakai, agar secepatnya diganti baru. Diharapkan, jika terjadi korsleting, tidak gampang terbakar dan merembet di aliran listrik yang lain dan membakar seisi kantor. “Jika akan bepergian ke luar kantor atau rumah, selalu cek elektronik mau pun peralatan lain seperti kompor harus dipastikan padam, dan matikan alat-alat elektronik yang tidak dipakai,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Komandan Pleton Damkar, Muhsin, memberi contoh cara pemadaman api konvensional, saat terjadi kebakaran kecil dengan menggunakan karung goni yang dibasahi air. "Perhatikan juga dalam penggunaan karung goni, agar karung goni melindungi badan kita dengan radius dua meter, arah angin harus diwaspadai, pastikan karung menutup obyek yang terbakar," ujar dia. 

Tak berbeda dengan penggunaan selang dari cara menggulung, harus sesuai prosedur agar dalam penggunaan tidak merepotkan, bahkan sampai melilit. Nosel jangan sampai terbalik pemasangannya yang akan berakibat fatal bagi operator itu sendiri. "Kejadian kebakaran bisa saja terjadi sewaktu-waktu, jadi harus diantisipasi dan perlu mengetahui cara penanganannya," tutupnya.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)