• KANAL BERITA

Lamban, Progres Tanggul Rob 1,5 Persen

PPK Sungai-Pantai II Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Yullius, saat berbicara di FGD Penanganan Rob di Hotel Dafam, Rabu (2/5). (suaramerdeka.com/Isnawati)
PPK Sungai-Pantai II Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Yullius, saat berbicara di FGD Penanganan Rob di Hotel Dafam, Rabu (2/5). (suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Tingkat kemajuan proses pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob dinilai lamban. Hingga saat ini progres baru 1,5 persen dari total 7 kilometer yang membentang dari Kota Pekalongan hingga Kabupaten Pekalongan.

Cuaca menjadi salah satu penghambat pekerjaan pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob berjalan itu tidak sesuai rencana. Selain cuaca, kendala lain dalam pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob tersebut adalah pembebasan lahan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai-Pantai II Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Yullius, mengakui pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob terkendala cuaca dan pembebasan lahan.

‘’Cuaca menghambat target yang ditetapkan. Kadang-kadang di Kota Pekalongan hujan, kadang-kadang di quarry atau tempat pengambilan tanah hujan, sehingga truk tidak bisa masuk untuk mengambil tanah,’’ kata dia, pada Forum Group Discussion (FGD) Penanganan Rob di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan di Hotel Dafam, Rabu (2/5).

Selain cuaca, Yullius mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan di Kabupaten Pekalongan sampai sekarang masih dalam proses. Sedangkan pembebasan lahan di Kota Pekalongan sudah selesai. Lahan yang belum dibebaskan masuk dalam paket I, paket II dan paket III.

Tiga Paket

Dikatakan pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob terbagi menjadi tiga paket kegiatan. Sejak Maret 2018 dimulai pelaksanaan konstruksi penimbunan tanggul dan long storage pada paket III di Kota Pekalongan. Sedangkan paket II dan paket III belum dilaksanakan konstruksi.

‘’Sampai saat ini sudah lebih 100 meter yang sudah dilakukan pengurukan dengan tanah merah di Kota Pekalongan (paket III) dari total panjang 7 kilometer dari paket I, paket II dan paket III,’’ kata Yullius.

Luas lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob tersebut seluas 34.284 hektare. Meliputi 14.375 hektare di Kabupaten Pekalongan (trase 1), 11.185 hektare di Kabupaten Pekalongan (trase 2), 1.779 hektare di Kabupaten Pekalongan (trase 3) serta 1.1521 hektare di Kabupaten Pekalongan (trase 4).

Ada pun lahan di Kota Pekalongan yang terkena proyek pembangunan tanggul pengendalian banjir dan rob 5.424 hektare (trase 4).

Asisten Sekda Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kota Pekalongan Sri Wahyuni yang memandu acara tersebut menjelaskan, acara tersebut merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) pada 5 April 2017 antara Wali Kota Pekalongan dengan Dutch Water Authorities (DWA).

‘’Ada beberapa hal yang disepakati dalam LoI. Dua di antaranya akan ditindaklanjuti dengan workshop dan seminar, serta pendampingan partisipasi masyarakat dalam drainase lingkungan,’’ terangnya.

FGD Penanganan Banjir dan Rob dihadiri Bappeda Kota Pekalongan, Bappeda Kabupaten Pekalongan, dan sejumlah instansi terkait. FGD juga dihadiri beberapa orang perwakilan dari Dutch Water Authorities.


(Isnawati/CN40/SM Network)